Tips dan Trik Belajar di Rumah saat Pandemi COVID-19

Wilda Fajriah, Okezone · Jum'at 10 April 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 65 2196931 tips-dan-trik-belajar-di-rumah-saat-pandemi-covid-19-wT16qtlovp.jpg Ilustrasi belajar dari rumah (Foto: Detroit Jewish News)

JAKARTA - Penyebaran pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) mengakibatkan banyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Namun, tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran daring secara optimal.

Ditengah ketetapan yang tak terduga ini, tentu ada hal-hal yang belum siap. Baik dari segi fasilitas atau pelajar yang terlibat. Seperti yang dialami oleh seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Jakarta, Muhammad Akmal, ia mengeluhkan tentang sinyal operator yang kurang stabil.

"Kalau keluhan belajar dari rumah paling dari internetnya sih. Soalnya internetku lemot," ujarnya saat dihubungi Okezone baru-baru ini.

Namun Akmal mengaku senang ketika menjalani kegiatan belajar dari rumah. Pasalnya, ia tak perlu mengeluarkan uang transport. Selain itu, ia juga tidak menghabiskan waktu di perjalanan.

"Lumayan sih jadi uang transportnya bisa dipakai jajan di rumah hehehe," ujarnya sambil berkelakar.

Namun setelah menjalani kegiatan belajar di rumah dengan rentan waktu yang cukup lama, ia mulai merasakan rindu bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

"Lama-lama kangen juga sih sama temen sekolah. Kalau biasanya bisa bertemu langsung sekarang cuma lewat chattingan," sambungnya.

Terkait pengumpulan tugas, ia mengaku tak menemukan kesulitan. Pasalnya, ia sudah cukup akrab dengan teknologi.

"Kalau ada materi, biasanya kita pake aplikasi zoom buat video call. Kadang-kadang juga ada tugas yang harus dikirim pakai email," pungkasnya.

Saat ini, untuk mengatasi kejenuhan saat belajar di rumah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program "Belajar dari Rumah" di TVRI.

"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, dalam telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Program ini direncanakan dapat terselenggara setidaknya selama 3 bulan ke depan. "Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orang tua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” jelas Mendikbud.

Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah. "Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” terang Mendikbud.

Selain program “Belajar dari Rumah” Kemendikbud juga menyediakan Portal Rumah Belajar. Rumah Belajar menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas.

Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Disisi lain, Pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah COVID-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

"Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing," jelas Mendikbud.

"Kami sedang dan terus melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan telekomunikasi untuk memberikan subsidi data bagi siswa dan guru yang melakukan pembelajaran daring," imbuhnya.

Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” pungkas Mendikbud. (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini