Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Menarik Ujian Nasional Dihapus Mulai 2021

Hairunnisa , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2019 |06:35 WIB
   6 Fakta Menarik Ujian Nasional Dihapus Mulai 2021
Nadiem Makarim soal UN Dihapus (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencana menghapus Ujian Nasional (UN) pada 2021. Keputusan ini diambil dari salah satu empat program pokok kebijakan pendidikan Merdeka Belajar.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Nadiem Makarim: UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek, Malah Lebih Menantang

Berikut ini adalah fakta-fakta mengapa Ujian Nasional akan dihapus, seperti yang dirangkum Okezone, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

1. Nadiem Makarim: UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek, Malah Lebih Menantang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa penghapusan Ujian Nasional (UN) tidak akan membuat siswa menjadi lembek.

Ia pun membantah kritik Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla soal penghapusan UN akan akan membuat para siswa menjadi generasi muda yang lembek.

Menurut dia, perubahan sistem UN yang menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter itu justru akan lebih membuat sekolah lebih tertantang.

"Enggak sama sekali (membuat siswa lembek), karena UN itu diganti assessment kompetensi di 2021. Malah lebih men-challenge (menantang) sebenarnya," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Kenapa UN Dihapus? Nadiem: Jadi Beban Stres Murid dan Orangtua

2. Kenapa UN Dihapus? Nadiem: Jadi Beban Stres Murid dan Orangtua

Akhirnya, Ujian Nasional dihapus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Apa alasannya?

Menurut Nadiem, penghapusan UN sudah diputuskan secara matang melalui survei dan diskusi dengan berbagai macam orangtua, siswa, guru dan kepala sekolah. Nadiem juga menilai juga, materi UN terlalu padat, sehingga cenderung fokus terhadap mengajarkan materi, menghafal materi dan bukan kompetensi pelajaran.

"Kedua isunya adalah UN sudah menjadi beban stres, bagi banyak sekali siswa guru dan orangtua karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu," ujar Nadiem, Rabu (11/12/2019).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement