TANGSEL - Dunia saat ini tengah berlomba memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi digital ke dalam kehidupan manusia. Jika sebelumnya globalisasi mengarah pada industri 4.0, maka kini kemajuan itu sudah merambah pada konsep revolusi industri baru, yakni Society 5.0 sebagaimana digaungkan negara Jepang.
Lalu bagaimana merumuskan konsep Society 5.0 di Indonesia? sementara industri 4.0 saja belum sepenuhnya berjalan optimal. Menjawab tantangan itu, Universitas Terbuka (UT) Jakarta menggelar seminar internasional bertema "Indonesian Society in 5.0 : Innovation Challenges and Opportunities"
Hadir pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Dwi Heriyanto selaku VP. Human Capital Strategic Management TELKOM and Board of Commissioners PT. PINS, Datok Yusof Kasim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Masatsugu Nemoto dari Chungbuk National University, Korea.
Dalam penjelasannya, Dwi Heriyanto mengungkapkan, bahwa Indonesia harus mengikuti perkembangan baru era digitalisasi, seperti industri 5.0. Mengantisipasinya tentu bukan hal sederhana, melainkan butuh kajian mendalam dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan.
"Yang terpenting dalam membangun Society 5.0 adalah kolaborasi," katanya kepada Okezone di UT Convention Centre, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (23/10/2019).