4. Slow Loris / Kukang Lambat
Kukang yang lambat mungkin terlihat seperti boneka beruang favorit yang manis. Akan tetapi kamu mungkin ingin berpikir dua kali sebelum memeluk primata ini. Ada lima spesies kukang, dengan panjang sekitar 14 inci (37 cm), semuanya hidup di Indonesia dan di Semenanjung Melayu. Di antaranya ada kukang yang kerdil, bahkan hanya sebesar telapak tangan.

Kukang menghasilkan racun di dekat siku mereka yang dipindahkan ke mulut dengan menjilat. Racun ini telah diketahui menyebabkan reaksi alergi parah pada manusia yang cukup disayangkan mengalami gigitan kukang. Kebanyakan orang hanya mengalami pembengkakan yang menyakitkan, sementara reaksi alergi yang tidak diobati berpotensi fatal.
3. Katak Beracun
Kulit katak ini, seperti namanya, sangat beracun. Panjang katak kecil ini berkisar dari hanya sekitar setengah inci (12 mm) hingga sekitar dua setengah inci (65 mm).
Beberapa suku Amerika Selatan melapisi ujung panah dan panah mereka dengan menggosokkannya di punggung katak beracun. Sekresi kulit dari pabrik-pabrik racun ini biasanya tidak berbahaya bagi manusia melalui penanganan rutin, tetapi bisa mematikan jika diserap melalui selaput lendir atau luka pada kulit.