“Kami ingin ada pengurangan disparitas kompetensi bagi dosen di luar Pulau Jawa. Makanya kami magangkan mereka di kampus-kampus top,” urainya.

Ghufron menjelaskan, mereka akan diajari oleh para dosen tentang bagaimana teknik mengajar, membangun sebuah penelitian, hingga bagaimana membangun pengabdian masyarakat. Selain itu mereka juga akan diajarkan tentang manajemen kampus dan membangun relasi dan juga kemitraan. Program magang ini sendiri akan berlangsung selama empat bulan. Pengalaman magang ini bisa dijadikan kesempatan bagi para dosen muda untuk meningkatkan karier. Sebab, dengan berbagai pengalaman dari dosen-dosen senior dan juga pembelajaran yang mereka peroleh, para dosen muda ini memungkinkan mendapat tugas tambahan, misalnya menjadi pimpinan perguruan tinggi.
“Kami akan evaluasi program magang ini, termasuk potensi mereka dalam pengembangan karier,” katanya.
Baca Juga: 9.200 CPNS Dosen Dialokasikan untuk 35 PTN Baru
Kemenristekdikti yakin para dosen muda ini memiliki ide-ide yang kreatif, sehingga mereka bisa lebih berprestasi dan membawa dosen lainnya untuk berkembang. Gufron pun berharap tidak ada dosen yang melewati kesempatan ini karena biasanya waktu dosen habis untuk mengajar sehingga melewati informasi penting untuk pengembangan karier.