JAKARTA - Pemerintah menaruh perhatian kepada kualitas dosen-dosen muda yang mengajar di sejumlah perguruan tinggi. Para dosen muda ini harus bagus kualitasnya, karena mereka menghadapi generasi milenial.
Sesuai perkembangan zaman, para dosen muda harus adaptif, termasuk perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Terlebih mereka juga yang akan menggantikan para dosen senior untuk mengajari para mahasiswa dari generasi milenial ini.
“Mereka akan magang pada dosen senior. Kami harap setelah magang mereka akan menjadi duta yang bersinar di kampusnya nanti,” kata Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Ali Ghufron Mukti pada Program Magang Dosen 2018 di Jakarta.
Baca Juga: Dosen hingga Profesor Dunia Kumpul Bareng di Indonesia, Ini yang Dibahas
Dia menjelaskan, ada 164 dosen berusia di bawah 40 tahun yang ikut Program Magang Dosen 2018. Program magang ini sejatinya untuk menghilangkan disparitas kompetensi dosen di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, jangan sampai ada dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) yang kurang kompetensinya dalam menjalankan tugas Tridarma Perguruan Tinggi. Guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini menerangkan, dengan alasan itulah mengapa mereka dikirim untuk magang ke PTN terbaik di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, hingga Universitas Negeri Surabaya.