Share

Tahanan PD II Dapat Ijazah SMP setelah 72 Tahun

ant, · Sabtu 20 Juni 2015 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 20 65 1168570 tahanan-pd-ii-dapat-ijazah-smp-setelah-72-tahun-Prlydj2ysE.jpg Dua tahanan Perang Dunia II akhirnya mendapatkan ijazah SMP setelah tertunda 72 tahun. (Ilustrasi: Asri Dwiputri/Okezone)

LOS ANGELES - George dan Miko Kaihara menjadi tahanan paksa pada Perang Dunia (PD) II. Mereka akhirnya mendapatkan ijazah SMP setelah tertunda 72 tahun.

Pasangan Jepang yang kini berusia 90 tahun tersebut menerima ijazah mereka dalam upacara wisuda kehormatan di sekolah mereka dulu, SMP Tustin, dekat Irvine, di luar kota Los Angeles, pekan ini. Saat PD II berkecamuk, keduanya diambil dari SMP mereka dan dijebloskan dalam tahanan. Seharusnya, keduanya menerima tanda kelulusan mereka pada 23 Juni 1943.

"Saya merasa seperti benar-benar menghadiri wisuda," kata Miko Kaihara kepada media elektronik ABC7.

Kepada media lain dia mengatakan "ingin memamerkan ijazahnya".

Pemerintah AS secara paksa menahan lebih dari 110 ribu orang ke dalam kamp pemerintah di seluruh negeri setelah Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour pada 1941. George dan Miko Kaihara ketika itu masih duduk di bangku SMP Tustin Union. Mereka dipaksa masuk tahanan Kamp Poston di Arizona pada Mei 1942.

Pasangan itu kemudian menikah pada 1950 dan memiliki empat putra serta tujuh cucu. Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat SMU selama masa tahanan yang berlangsung tiga tahun.

"Untuk sekolah kami harus membawa bangku dan peralatan sendiri ke kelas. Kami menerima ijazah SMA di Poston sebagai lulusan pertama," kata Miko kepada ABC7.

Upacara wisuda yang dilakukan 72 tahun kemudian terjadi ketika seorang bekas teman sekolah mereka terhubung kembali dengan pasangan itu. Sang teman kemudian meminta pada almamater untuk menyelenggarakan upacara tersebut.

"Ini sangat penting bagi kami. Kami tahu bahwa mereka selalu mengharapkan menerima ijazah dari SMP Tustin," ujar juru bicara kepala wilayah sekolah Mark Eliot.

Sebanyak 25 anggota keluarga ikut hadir untuk menyaksikan upacara wisuda pasangan tersebut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini