Menariknya, perhatian tidak hanya diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai rendah. Murid yang mendapatkan nilai 60 juga mendapat ilustrasi khusus berupa karakter yang tampak percaya diri disertai pesan penyemangat.
Melalui catatan tersebut, sang guru ingin menunjukkan bahwa usaha dan sikap positif di sekolah juga layak diapresiasi, meskipun hasil akademik belum maksimal.
Pada lembar jawaban lain dengan nilai 62, Putri membuat dialog singkat antara guru dan murid dalam bentuk balon percakapan. Pesan yang disampaikan mengingatkan siswa agar tidak menjawab soal secara asal-asalan dan lebih teliti saat mengerjakan ujian.
Sementara itu, siswa yang berhasil meraih nilai sempurna 100 pun tidak luput dari perhatian. Meski memperoleh nilai tertinggi, murid tersebut ternyata lupa menuliskan identitasnya pada lembar jawaban.
Kesalahan kecil itu kemudian direspons dengan doodle lucu bergambar dua karakter yang tampak bingung dan kesal. Cara tersebut menjadi pengingat yang menghibur sekaligus mudah diingat oleh siswa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)