JAKARTA - Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan faktor keturunan. Salah satu anggapan yang cukup populer menyebutkan bahwa IQ lebih banyak diwariskan dari ibu karena perempuan memiliki dua kromosom X dan berperan penting selama masa kehamilan hingga menyusui. Namun, apakah benar kecerdasan anak hanya berasal dari garis ibu?
IQ atau intelligence quotient merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Kemampuan ini mencakup cara berpikir, memecahkan masalah, memahami informasi, hingga beradaptasi dengan situasi baru.
Melansir MedlinePlus, kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan belajar dari pengalaman serta menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan.
Manusia memiliki kromosom seks yang berbeda berdasarkan jenis kelaminnya. Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY).
Dalam proses pewarisan genetik:
Karena kromosom X mengandung banyak gen yang berhubungan dengan perkembangan otak, muncul teori bahwa kecerdasan lebih banyak diturunkan dari ibu. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hubungan antara kromosom X dan IQ tidak sesederhana itu.
Menurut peneliti David H. Skuse, gen-gen yang terdapat pada kromosom X memang berperan dalam perkembangan fungsi otak. Namun, gen tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat kecerdasan seseorang.
Selain itu, anak perempuan juga memperoleh kromosom X dari ayah. Sementara pada anak laki-laki, meski kromosom X berasal dari ibu, perkembangan kecerdasan tetap dipengaruhi oleh banyak gen lain yang diwariskan dari kedua orang tua.
Dengan kata lain, baik ayah maupun ibu sama-sama berkontribusi terhadap potensi kecerdasan anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berkontribusi sekitar 50 persen terhadap variasi kecerdasan antarindividu. Sementara itu, sisanya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan yang mendukung perkembangan otak.
Beberapa faktor yang berperan antara lain:
Para ahli juga menegaskan bahwa tidak ada satu gen tunggal yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan. Kemampuan kognitif terbentuk dari interaksi banyak gen sekaligus serta dipengaruhi oleh pengalaman hidup seseorang.
Karena itu, meski faktor keturunan memiliki peran penting, perkembangan kecerdasan anak juga sangat bergantung pada lingkungan dan dukungan yang diterimanya sejak kecil.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)