"Di Makassar saat ini truk sampah tidak bisa memasuki gang-gang kecil sehingga Pemerintah Kota menggunakan sepeda motor untuk mengangkut sampah, cuma sayangnya ini polusinya besar sekali," kisahnya.
Selain polusi asap, motor pengangkut sampah biasanya juga berisik karena menggunakan minyak sebagai bahan bakar. "Nah untuk menanggulangi polusi itu maka dibuatlah motor listrik sampah," imbuhnya.
Abdul Kadir berharap pada Pemerintah Kota dan pabrikan otomotif untuk mendukung hasil karya dirinya dan mahasiswanya.
"Kami berharap, mudah-mudahan mekanisme pengatur sampahnya sudah selesai dan kami akan mencoba 'launching', mengajak Pemerintah Kota sebagai pengguna, dan siapa tahu pabrikan otomotif bisa bekerja sama untuk memproduksi secara massal," harap dia.
Motor listrik pengangkut sampah ini rupanya juga dilagakan di ajang Ritech Expo 2017 dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang digelar di Wisma Negara Central Point Indonesia di Makassar dari 10 hingga 13 Agustus.
(Susi Fatimah)