Share

Mahasiswa Ini Ciptakan Kamera CCTV Pelanggar Prokes Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 13 Juli 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 65 2439800 mahasiswa-ini-ciptakan-kamera-cctv-pelanggar-prokes-covid-19-2wAsaXgeop.jpg foto: istimewa

MALANG - Di tengah tingginya angka peningkatan kasus Covid-19 di Malang, lima orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat inovasi kamera CCTV penangkap pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Berkat inovasi ini, kelima mahasiswa yakni Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Muchammad Nasyruddin Hakim ketiganya mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Akmal Adnan Attmami Fakultas MIPA, dan Muhammad Lutfi Ardiansyah dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dibawah bimbingan dosen bernama Raden Arief Setyawan, berhasil menggondol penghargaan di ajang kompetisi ilmu pengetahuan Internasional.

Baca juga:  Menko Luhut: Masyarakat Harus Patuh Prokes, Kita Tidak Bisa Main-Main Lagi

Inovasi alat bertajuk “Smart Mapping System for The Potential Spread of COVID-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrateed with Vehicle Number Data” menyabet juara pertama dan berhak mendapat medali emas di ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021, yang diikuti oleh 157 tim dari 15 negara. Selain itu mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).

Menurut salah satu anggota tim, Nasyruddin Hakim dari Teknik Sipil, inovasi alat tersebut diciptakan karena adanya keprihatinan pihaknya akan tingginya kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes), yang berdampak pada kenaikan angka pasien Covid-19.

Baca juga:  Covid-19 Mengganas, Susi Pudjiastuti: Pilih Pakai Masker atau Saya Tenggelamkan?

Dijelaskan mahasiswa FT angkatan 2018 ini kamera CCTV ini, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV. Inovasi tersebut diyakini dapat membantu dalam penanganan kasus penyebaran COVID-19 dengan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan.

"Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor. Setelah didapat identitas pelanggar, lalu data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut," kata Nasyruddin Hakim saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Senin malam (12/7/2021).

Selanjutnya dikatakan Hakim, pemetaan alamat akan dilakukan berdasarkan identitas KTP, dari sana dapat diidentifikasi disematkan sebagai daerah yang berpotensi Covid-19, sebab ada salah satu warganya yang tak paruh protokol kesehatan.

"Setelah dipetakan daerah yang berpotensi Covid-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi, atau bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya," ungkapnya.

Anggota tim lainnya, Alfian Fitrayansyah menuturkan, inovasi alat ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus Covid-19. Dengan memetakan persebaran daerah berpotensi terkena Covid-19.

"Dari sana pemerintah dapat melakukan tindakan preventif sebelum tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut, seperti melakukan penyuluhan serta memberikan sanksi tegas khusus daerah tersebut," tuturnya.

Ia berharap inovasi ini bisa diimplementasikan di lapangan, demi menertibkan protokol kesehatan di masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat berdampak meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan dapat mencegah secara dini persebaran Covid-19,” pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini