JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar pendidikan karakter ditanamkan kepada siswa. Hal ini salah satunya dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Selain kegiatan di sekolah, pendidikan karakter juga bisa dilakukan dengan berbasis pada kebudayaan. Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid menyebut, ada tiga hal yang diperhatikan jika ingin melibatkan budaya dalam pendidikan karakter.
"Pertama adalah sumber. Kita punya bahan berlimpah. Maka dari itu nanti dikumpulkan cagar budaya. Ini bisa menjadi sumber informasi," tuturnya usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kemdikbud, baru-baru ini.
Kedua, lanjut Hilmar, yakni ruang belajar. Artinya, cagar-cagar budaya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pendidikan karakter.
"Termasuk museum juga bisa digunakan sebagai ruang belajar siswa," sebutnya.
Poin terakhir menyangkut tentang metode. Menurut Hilmar, memperkenalkan budaya melalui metode diskusi dan ceramah masih diperlukan. Namun, pendidikan karakter juga harus diajarkan dengan berbasis pada kesenian.
"Misalnya kemarin ada inisiatif para musisi melatih anak bermain musik, tetapi bukan untuk bisa bermusik. Tetapi untuk pendidikan karakter. Model seperti ini bisa dipakai," pungkasnya. (ira)
(Susi Fatimah)