Mengenal Pesawat Tanpa Awak Karya Mahasiswa UGM

Susi Fatimah, Jurnalis
Minggu 11 Desember 2016 17:03 WIB
Foto: Dok UGM
Share :

Berikutnya, pesawat Aksa Biantara yang merupakan pesawat UAV berbentuk quadcopter juga berhasil dikembangkan oleh Gamaforce secara mandiri. Adapun teknologi yang dikembangkan secara mandiri meliputi flight controller, auto antenna tracker, dan ground control station.

Flight controller yang dikembangkan pada wahana quadcopter dengan kemampuan autonomous mode (tanpa kendali) seperti auto take-off, auto landing, waypoint autonomous, serta psition hold.

“Pengembangan flight controller ini adalah versi pertama kami. Ini akan terus dikembangkan hingga mengimbangi flight controller impor yang beredar dipasaran, bahkan dengan kualitas yang lebih baik,” kata Fransiskus Anindita Kristiawan PGS, tim pengembang Aksa Biantara.

Sementara itu, auto trackler merupakan alat untuk memaksimalkan kinerja antena pengarah untuk memenuhi misi, seperti pemantauan jarak jauh. Ground control station dibuat untuk mengembangkan interface kendali operator secara mandiri.

“Fitur yang telah dikembangkan antara lain map, live streaming video, auto antena tracker system, dan menampilkan data sensor pada wahana,” terangnya.

Pesawat lainnya yang juga dikembangkan tim Gamaforce adalah Gadjah Mada Fighting Copter (GMFC). Robot terbang ini dibuat dengan menggunakan sistem vertical take-off landing. Didesain untuk keperluan memadamkan api saat terjadi bencana kebakaran di suatu kawasan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya