Sementara itu, auto trackler merupakan alat untuk memaksimalkan kinerja antena pengarah untuk memenuhi misi, seperti pemantauan jarak jauh. Ground control station dibuat untuk mengembangkan interface kendali operator secara mandiri.
“Fitur yang telah dikembangkan antara lain map, live streaming video, auto antena tracker system, dan menampilkan data sensor pada wahana,” terangnya.
Pesawat lainnya yang juga dikembangkan tim Gamaforce adalah Gadjah Mada Fighting Copter (GMFC). Robot terbang ini dibuat dengan menggunakan sistem vertical take-off landing. Didesain untuk keperluan memadamkan api saat terjadi bencana kebakaran di suatu kawasan.
GMFC dilengkapi dengan kamera sebagai sensor. Kamera ini yang digunakan untuk mendeteksi letak titik api. Data letak titik api yang ditangkap kamera dikirim ke mini komputer yang dipasang pada wahana quadcopter yang selanjutnya diproses agar wahana dapat berjalan menuju titik api tersebut.
Untuk memadamkan api, GMFC dilengkapi dengan tangki air yang diletakkan di bagian belakang wahana pesawat. Pesawat ini dapat kembali ke titik awal penerbangan secara otomatis jika titik-titik api sudah berhasil dipadamkan.