JAKARTA - Sebanyak 36 mahasiswa asing dan lokal melakoni Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) Tematik Universitas Airlangga (Unair) di Kelurahan Airlangga, Gubeng dan Kelurahan Menur Pumpungan, Sukolilo, Surabaya. Selama dua bulan, mereka akan menghadapi langsung masalah yang dihadapi masyarakat.
Mahasiswa tersebut terdiri atas lima mahasiswa S-1 Unair, 13 mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata), 11 mahasiswa asing dari Universitas Brunei Darussalam, dan tujuh mahasiswa asing S-2 Unair. Dalam program ini, mereka fokus pada topik menekan angka kematian ibu hamil dan bayi.
"Kalau KKN-BBM reguler ada empat bidang, yaitu kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam KKN-BBM Tematik kali ini diambil yang bidang kesehatan, yaitu kematian ibu dan bayi. Angka kematian akibat ibu melahirkan cukup tinggi," ujar Direktur Pendidikan Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih, dikutip dari laman Unair, Jumat (28/10/2016).
Para peserta KKN-BBM tersebut kemudian diminta berpartisipasi dalam sebuah komunitas bernama Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat (Geliat). Selama program, mahasiswa juga diberi tugas mendata dan mendampingi langsung ibu hamil.
"Kami diberi saran oleh pihak Geliat untuk melakukan pendataan karena tidak semua ibu hamil itu didata. Kami datang secara door to door ke rumah ibu hamil," sebut salah satu peserta bernama Dwi Hapsari.
Dia menceritakan, jika dalam pendataan ditemukan masalah, barulah mahasiswa melakukan pendampingan. Tak hanya itu, peserta juga melaksanakan kegiatan pada bidang-bidang lainnya, seperti pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat
"Karena dalam satu tim ada rekan dari FKM, maka kami juga memberi pengetahuan tentang kehamilan, seperti risiko dan bahaya," tukas mahasiswi S-1 Ners itu.
(Susi Fatimah)