Aplikasi Mitigasi Bencana Longsor Berbasis Android

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Jum'at 24 Juni 2016 08:11 WIB
Aplikasi mitigasi bencana longsor berbasis android. (Foto: Dok. UGM)
Share :

JAKARTA - Tanah longsor menjadi salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Bahkan bencana kerap menelan banyak korban, apalagi jika terjadi di daerah yang sulit diakses sehingga penanganan pun menjadi lamban.

Pentingnya mitigasi bencana tanah longsor kemudian mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuat sebuah sistem yang praktis untuk menanganinya. Hal tersebut pun terwujud dengan terciptanya Dokter Bensor, yakni sebuah aplikasi android yang menampilkan informasi dan menyediakan layanan laporan masyarakat tentang potensi bencana longsor di titik-titik lokasi rawan.

"Informasi dari EWS ekstensiometer diintegrasikan dengan sebuah aplikasi berbasis android yang bisa diakses dan bermanfaat bagi masyarakat dalam mengantisipasi datangnya bencana tanah longsor," ujar salah satu mahasiswa, Eka Damayanti dinukil dari laman UGM, Jumat (24/6/2016).

Eka dan rekannya yang terdiri atas Suryo Prakoso Putra, Setia Prihatin, Yuniar Rizki, serta Fathian Hafizhal itu merancang Dokter Bensor agar memiliki beberapa menu, seperti peta titik penempatan EWS ekstensiometer berisikan koordinat, lokasi administrasi, tanggal dan jam, besar pergeseran yang terjadi, serta tingkat bahaya. Selain itu, terdapat pula menu laporan dari masyarakat.

"Menu ini berisi tentang laporan masyarakat yang mengetahui gejala-gejala awal longsor di sekitar mereka. Selain itu, dalam aplikasi juga dilengkapi dengan peta kerentanan gerakan massa tanah, kalender mitigasi bencana longsor, informasi link BPBD, info bencana longsor terbaru, dan edukasi bencana longsor," terang mahasiswa Fakultas Teknik itu.

Sedangkan Yanuar menambahkan, kelebihan aplikasi mitigasi android ini, yakni laporan masyarakat yang berisi komentar tentang gejala tanah longsor di sekitarnya membuat mereka dapat berperan aktif dalam usaha mitigasi bencana longsor.

"Kendala yang dihadapi oleh pembuatan peta yaitu kesulitan dalam memperoleh data dapat diatasi dengan laporan masyarakat yang cenderung lebih cepat dan efisien. Dengan aplikasi ini masyarakat dapat melakukan mitigasi bencana dengan lebih cepat, efektif, dan efisien," pungkas Yanuar. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya