Alumnus SMK Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu menerangkan, pemilihan lidah mertua sebagai bahan penyaring lantaran tanaman tersebut punya sistem penyerapan. Ciri lidah mertua yang memang sudah menyerap itu jika diaktifasi maka akan semakin bagus.
"Lidah mertua dioven lalu dikeringkan. Kemudian diaktifasi menggunakan H2NO4 lalu dikeringkan lagi dan diberi akua demeneralisata, kemudian dalam bentuk bubuk dimasukkan ke braket yang dipasang pada robot," paparnya.
Braket tersebut, ucap Galih, mampu bertahan selama enam bulan. Adapun beberapa polusi yang bisa dibersihkan menggunakan alat ini, yaitu asap rokok, kendaraan, kebakaran, serta industri.
"Tujuan invensi ini secara desain direkomendasikan untuk rumah atau perkantoran. Tapi kalau untuk tempat yang luas seperti outdoor masih perlu dikembangkan, meski konsepnya sama, hanya desainnya mungkin akan beda," pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)