Share

Unik, Bermain Congklak Sambil Belajar Wawasan Kebangsaan

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 01 September 2016 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 01 65 1478724 unik-bermain-congklak-sambil-belajar-wawasan-kebangsaan-QLenPZoy2Z.jpg Foto: Dok UNY

JAKARTA - Permainan congklak sudah tak asing lagi di kalangan anak-anak Indonesia. Bahkan, permainan tradisonal ini masih cukup populer dan eksis di tengah maraknya perkembangan game online.

Di tangan tiga mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan (PGSD FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), permainan congklak dimodifikasi sebagai media pembelajaran, khususnya menyangkut wawasan kebangsaan. Mahasiswa yang terdiri atas Fahmi Nuruzzaman, Novianna Mar’atush Shalihah, dan Desy Nurhidayah itu kemudian memberi nama media ini sebagai circle congklak.

Circle congklak merupakan media visual 3D yang mampu mengenalkan ciri khas bangsa Indonesia. Media pembelajaran ini juga dapat menanamkan pendidikan karakter bagi para siswa.

"Melalui media ini diperkenalkan ciri khas dan kekayaan bangsa Indonesia. Selain siswa dapat mengenali ciri dan merasa bangga menjadi bangsa Indonesia, melalui media ini ditanamkan pula beberapa karakter," ujar Desy dikutip dari laman UNY, Kamis (1/9/2016).

Desy menjelaskan, circle congklak memiliki inovasi dari permainan congklak biasa, yakni dapat digunakan oleh empat orang pemain. Sehingga, permainan ini dapat melatih siswa untuk berinteraksi bersama temannya.

"Warna yang dipakai dalam media ini juga menggunakan warna-warna cerah dikombinasikan dengan batik agar siswa tertarik. Pada setiap petak atau wadah kecil terdapat gambar ciri khas bangsa Indonesia yang mewakili setiap daerah dengan tujuan untuk memudahkan pemain mengenal ciri bangsa Indonesia," ucapnya.

Circle congklak telah diuji coba di siswa kelas III SDN Patuk 2 Gunungkidul. Dalam hal ini, circle congklak bermanfaat untuk pengajaran mata pelajaran PKn.

"Pembelajaran PKn yang diberikan melalui media pembelajaran circle congklak terasa menyenangkan," tutur seorang siswa bernama Shidiq Maulana Akbar.

Sedangkan Wali Kelas III SDN Patuk 2, Yustina menambahkan, secara keseluruhan media pembelajaran yang dibuat cukup bagus, namun ada masukan agar materi pembelajaran PKn sebaiknya tidak terlalu dalam sehingga porsi materi tidak terlalu banyak, dan fokus pada ciri khas negara Indonesia.

"Dalam permainan jika sudah sekali melakukan putaran, lebih baik diselingi dengan menyanyi, berdiri, atau aktivitas lain yang membangkitkan semangat siswa, agar pembelajaran dengan bermain dakon lingkaran tersebut tidak monoton," tukas Yustina.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini