JAKARTA - Kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.
Penyaring udara menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan tubuh. Seperti invensi yang dilakukan oleh Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja, yakni robot penyaring udara. Uniknya, penyaringan pada alat ini menggunakan bahan baku dari tanaman lidah mertua.
"Ada sensor yang mendeteksi sumber polusi secara otomatis. Kemudian kalau sudah terdeteksi akan mengirim sinyal sehingga pada LCD yang ada di atasnya bisa tertera berapa intensitas polusinya," ujar Galih di Gedung LIPI Jakarta belum lama ini.
Ketika polusi tinggi, robot akan mengeluarkan bunyi kamudian udara yang kotor akan disedot untuk disaring. Galih menjelaskan, volume udara yang bisa disaring disesuaikan dengan indoor atau outdoor. Selain itu, besar volume tergantung baterai.
"Baterai bisa di-charge, kurang kebih bisa bertahan dua sampai tiga jam. Secara sederhana sistem robot ini menyedot, masuk, dan menyaring," tuturnya.