YOGYAKARTA - Sembilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menciptakan inovasi robot yang mampu mendeteksi api.
Ketua tim Gadjah Mada Flying Object Research Centre (Gamaforce), Dicky Dectaviansyah mengatakan, robot bernama Stalker tersebut berhasil keluar sebagai juara dalam Kontes Robot Terbang Indonesia 2015.
Robot ini, tutur Dicky, memiliki spesifikasi mampu mendeteksi api dari ketinggian 10 meter. Titik api dapat diketahui melalui sensor cahaya. "Jika sudah diketahui (titik apinya), air yang ada di kontainer bisa didrop untuk memadamkan api," ujar Dicky, Selasa (22/9/2015).
Dia menambahkan, dengan adanya kamera yang terpasang di tubuhnya, robot ini mampu mendeteksi api sampai 20 kilometer. Dalam perakitannya, Stalker mengahabiskan dana Rp20 juta sampai Rp25 juta. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan, yakni delapan bulan.
"Robot ini bisa untuk antisipasi bencana kebakaran hutan," imbuhnya.
Dicky menjelaskan, pihaknya akan terus mengembangkan robot tersebut. Targetnya, robot itu bisa digunakan untuk memonitoring lereng Merapi dari ancaman bencana. Sebab, robot ini masih memiliki kekurangan, di antaranya terbuat dari sterofoam dan terbatasnya kekuatan baterai. "Kita akan terus kembangkan," tutupnya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)