Meski begitu, kamu perlu memperlakukan interview kedua sama pentingnya dengan sesi wawancara pertama. Biasanya, di sesi wawancara kedua ini kamu akan bertemu dengan perwakilan perusahaan selain divisi HRD, misalnya staf senior atau calon teman satu tim. Agar lancar menjalani interview dengan mereka, simak beberapa tips berikut ini:
Review wawancara pertama
Hasil wawancara pertamamu pasti dinilai baik sehingga meloloskanmu ke sesi berikutnya. Pelajari lagi apa yang kamu sampaikan sebelumnya, contoh-contoh yang kamu berikan serta kemampuan yang kamu tonjolkan. Cobalah mencari tahu apa yang membuat pewawancara sebelumnya terkesan. Kemudian, jadikan informasi tersebut sebagai amunisi dalam menjawab berbagai pertanyaan di interview kedua.
Nama dan jabatan pewawancara
Tanyakan kepada pihak HRD, siapa dan apa jabatan mereka yang akan mewawancaraimu di kesempatan kedua ini. Luangkan waktu untuk mencari informasi tentang calon pewawancara sehingga kamu tahu siapa mereka. Misalnya, dengan melihat profil media sosial LinkedIn agar mendapat gambaran apa yang mereka kerjakan di perusahaan tersebut, jabatan apa saja yang pernah dipegang, perusahaan apa saja yang pernah dimasuki, bahkan mungkin almamater saat sekolah dulu. Jika ada kesamaan denganmu, hal itu bisa dipakai sebagai pemecah ketegangan (ice breaker).
Deskripsi pekerjaan
Wawancara pertama memberi gambaran tentang deskripsi pekerjaan dan kemampuan apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakannya. Saat wawancara kedua, saatnya menunjukkan kembali bahwa kamu adalah kandidat paling tepat untuk pekerjaan tersebut. Caranya adalah dengan memberi contoh bagaimana pengalamanmu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan.
Memahami divisi kerja
Selain kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan, kamu perlu memahami juga kebutuhan divisi pekerjaan yang akan dimasuki. Pelajari kesuksesan mereka dan tantangan apa yang sedang atau akan dihadapi. Tunjukkan bahwa kemampuan dan latar belakangmu akan mampu membuat departemen tersebut sukses. Jangan malas melakukan riset tentang perusahaan dan bidang industri mereka.
Bertanya tentang pendahulu
Coba cari tahu tentang karyawan yang mengisi posisi incaranmu. Jika dipromosikan karena pertumbuhan perusahaan, itu adalah pertanda bagus karena berarti bisnis sedang baik dan perusahaan memercayai karyawan mereka. Jika pendahulumu hanya bekerja sebentar, kamu bisa sedikit khawatir.
Pertanyaan baru
Siapkan berbagai pertanyaan baru yang berbeda dengan saat sesi interview pertama. Pertanyaan yang baik menunjukkan pengetahuanmu tentang perusahaan dan minatmu akan posisi yang sedang dilamar.
Persiapkan jawaban
Seperti halnya wawancara pertama, persiapkan juga jawaban atas berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan di sesi interview kedua ini. Biasanya, pewawancara akan bertanya tentang kemampuan, pengalaman kerja dan pencapaianmu sebelumnya. Beri jawaban dengan contoh yang menjelaskan bagaimana kemampuan dan pengalaman tersebut membantumu meraih pencapaian yang baik.
Kartu nama
Minta kartu nama atau minimal alamat e-mail pewawancara agar kamu bisa mengirimkan ucapan terima kasih kepada mereka.
Latihan
Seperti halnya sesi wawancara pertama, ada baiknya kamu berlatih untuk interview kedua. Mintalah bantuan teman atau keluarga untuk mempersiapkanmu.
Ucapan terima kasih
Setelah selesai wawancara, kirimkan ucapan terima kasih, misalnya melalui e-mail. Dalam surat elektronik (surel) tersebut, beri juga penekanan betapa kamu meminati bergabung dan berkontribusi untuk perusahaan.
Semoga berhasil!
(Rifa Nadia Nurfuadah)