Ridwan mengaku tidak pernah merasa kuliahnya terganggu karena menjalankan usaha. Menurutnya, sistem pre order yang dia terapkan juga turut membantu dalam pengaturan waktu kuliah dan bisnis. Dengan begitu, Ridwan hanya perlu menyempatkan waktu mengecek kebutuhan bisnis di sela-sela kuliahnya.
"Ketika ada pesanan, saya harus atur waktu sebaik-baiknya. Misalnya pas pulang atau libur kuliah saya sempatkan belanja dan memproduksi pesanan serta promosi lewat medsos," tuturnya.
Meski terdengar simpel, menjalankan usaha sambil kuliah tidak selalu manis. Ridwan sering mendapat komplain dari para pelanggan ketika barang mereka tidak sesuai pesanan, seperti lebih besar atau lebih kecil dari ukuran awal. Akibatnya, Ridwan pun harus bekerja dua kali.
Berawal dari tiga atau dua orang pelanggan saat dirintis pada 2013, pelanggan Lomics kini sudah kian banyak. Ridwan pun terus mengembangkan usahanya. Dari awalnya hanya memproduksi celana jins, kini dia mengembangkan produk dengan celana chino dan kemeja flanel.
"Dan nanti ke depannya sih saya ingin bisa membuat produk lain, seperti kaos, dengan brand Lomics ini," ujar Ridwan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)