Dari Koleksi Lahirlah Bisnis Mahasiswa

Giovanni, Jurnalis
Selasa 24 Februari 2015 08:12 WIB
Mahasiswa UPN Jakarta Ridwan Ramadhan memulai wirausaha fesyen dengan brand Lomics dilatarbelakangi kesukaan akan fesyen. (Foto: dok. Lomics)
Share :

JAKARTA –Saat ini wirausaha di kalangan mahasiswa sudah menjadi tren. Sebagian dari mereka memulai usahanya dilatarbelakangi hobi atau barang koleksi.

Ridwan Ramadhan merupakan salah satunya. Mahasiswa Universitas Pembangunan Naional (UPN) Jakarta ini memulai bisnis karena kesukaannya sendiri terhadap fesyen. Ridwan mengaku, dia selalu ingin memiliki koleksi fesyen, khususnya celana jins denim yang dapat dia tentukan sendiri mulai dari ukuran hingga modelnya.

"Dari situ saya mulai berpikir untuk membuat usaha yang sekaligus bisa saya pake sendiri dan ternyata hasilnya sampai sekarang saya senang menjalani usaha itu," kata Ridwan ketika berbincang dengan Okezone beberapa waktu lalu.

Dia pun mendirikan lini fesyen kecil-kecilan, Lomics Enterprise. Ridwan optimistis menjalankan bisnisnya lantaran dia sadar bahwa peminat jins yang customize ini juga cukup banyak.

Awalnya, Ridwan hanya mengincar pasar di kalangan kampus sendiri. Teman-teman yang sering mengenakan celana jins pun menjadi sasaran pelanggan pertama. Triknya berhasil, permintaan pasar di kampusnya akan celana jins pun meningkat.

"Saya merana peluang buat bisnis ini besar banget. Di lingkungan kampus aja banyak yang mau pakai celana jins saya, apalagi di luar sana, pasti lebih banyak lagi," ujar Ridwan.

Ridwan mengaku tidak pernah merasa kuliahnya terganggu karena menjalankan usaha. Menurutnya, sistem pre order yang dia terapkan juga turut membantu dalam pengaturan waktu kuliah dan bisnis. Dengan begitu, Ridwan hanya perlu menyempatkan waktu mengecek kebutuhan bisnis di sela-sela kuliahnya.

"Ketika ada pesanan, saya harus atur waktu sebaik-baiknya. Misalnya pas pulang atau libur kuliah saya sempatkan belanja dan memproduksi pesanan serta promosi lewat medsos," tuturnya.

Meski terdengar simpel, menjalankan usaha sambil kuliah tidak selalu manis. Ridwan sering mendapat komplain dari para pelanggan ketika barang mereka tidak sesuai pesanan, seperti lebih besar atau lebih kecil dari ukuran awal. Akibatnya, Ridwan pun harus bekerja dua kali.

Berawal dari tiga atau dua orang pelanggan saat dirintis pada 2013, pelanggan Lomics kini sudah kian banyak. Ridwan pun terus mengembangkan usahanya. Dari awalnya hanya memproduksi celana jins, kini dia mengembangkan produk dengan celana chino dan kemeja flanel.

"Dan nanti ke depannya sih saya ingin bisa membuat produk lain, seperti kaos, dengan brand Lomics ini," ujar Ridwan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya