Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia hanya dapat berdiri di atas kaki sendiri melalui pendidikan yang bermutu. Komitmen tersebut juga tercermin dalam Asta Cita keempat yang menitikberatkan pada pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan.
Sejalan dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menggagas kebijakan Diktisaintek Berdampak untuk memastikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UPGRIS Sapto Budoyo mengatakan Dies Natalis ke-45 UPGRIS menjadi momentum refleksi atas kontribusi dan kebermanfaatan kampus bagi masyarakat.
"Universitas PGRI Semarang hadir bukan hanya untuk menghasilkan lulusan. Universitas PGRI Semarang hadir untuk membuka harapan, membangun peradaban, memperluas kesempatan, dan menghadirkan perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat," ujar Sapto.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan akan terus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman melalui semangat Diktisaintek Berdampak. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menyiapkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik