Vuthy menegaskan bahwa kerja sama pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata. Menurutnya, kolaborasi tersebut harus diwujudkan melalui program konkret, seperti penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga program profesor tamu.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan masih adanya sejumlah tantangan dalam membangun kerja sama pendidikan lintas negara. Tantangan tersebut antara lain perbedaan kurikulum, bahasa, budaya, hingga keterbatasan pendanaan.
Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi mahasiswa maupun dosen yang ingin terlibat dalam program internasional.
“Bahasa adalah hambatan besar bagi kami. Karena itu, peserta harus memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang baik,” katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik