Keberhasilan putra asal Pucang Anom Surabaya ini adalah wujud dukungan kuat dari sosok ayahnya Edy Torana. Orang tua Rahman Torana ini selalu membimbing dan memberikan motivasi agar meraih cita-cita setinggi mungkin dan meraih prestasi gemilang.
"Sebagai orangtua saya dan istri (red-Ranti) terus memberikan support dan motivasi. Pendidikan adalah yang utama dan pilihlah kampus yang bisa membawa kesuksesan dan kejayaaan impian," terang Edy Torana penuh bangga anaknya bisa tembus ke Oxford University.
Katanya, diketahui putranya masuk Top 32 – Frankfurt Investment Arbitration Moot Court Competition (2023). Rahman Torana berhasil membawa tim masuk ke jajaran 32 besar dunia dalam kompetisi arbitrase investasi internasional tertua dan paling prestisius yang diadakan di kota Frankfurt - Jerman.
"Pencapaian ini menunjukkan ketajaman analisis dalam penyelesaian sengketa investasi global sejak awal karier kompetisinya," ujar Edy Torana.
Selain itu Rahman Torana masuk 4th Place – Asian Law Students' Association (ALSA) International Moot Court Competition (2023). Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Delegasi (co-head delegate).
"Rams nama kecil Rahman Torana juga membawa tim meraih posisi ke-4 dari 32 tim perwakilan berbagai negara di Asia, memperkuat reputasi dalam kompetisi hukum internasional di tingkat benua," ucap Edy Torana penuh kebanggaan.
Diketahui juga Rahman Torana meraih 1st Best Oralist – Phillip C. Jessup Moot Court Competition, Indonesian National Round (2024). Ia selaku ketua delegasi (head delegate).