Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif mengenai dasar-dasar pasar karbon, mekanisme perdagangan karbon, peluang digitalisasi untuk pelacakan emisi, serta bagaimana generasi muda bisa berkontribusi dalam mengembangkan solusi inovatif untuk pengurangan karbon.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi antara literasi karbon, teknologi, dan aksi kolektif lintas generasi.
Acara dipandu oleh Naufal, mahasiswa program doktoral di University of Leeds, Inggris, yang bertugas sebagai moderator, serta Ghita Firsty Virginia, mahasiswa doktoral di Warsaw University of Life Sciences, Polandia, sebagai MC. Keduanya menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut dan mengarahkan diskusi, menciptakan suasana yang interaktif dan menggugah partisipasi peserta.
Dalam sesi sambutan, Muhammad Abyan Aushaf, Wakil Koordinator PPI Dunia yang baru saja menyelesaikan studinya di Wageningen University, Belanda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan peran aktif generasi muda dalam menghadapi krisis iklim.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjadikan pendidikan karbon sebagai bagian dari gerakan perubahan di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia.
Ketua pelaksana kegiatan, Nugraha Akbar Nurrochmat, mahasiswa S3 di Warsaw University of Life Sciences, menyatakan bahwa webinar ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan pasar karbon kepada generasi muda. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mampu memantik aksi nyata dari anak-anak muda dalam mengembangkan inovasi karbon dan solusi hijau lainnya.
Di akhir acara, Cintya Djayaputra memperkenalkan sebuah inisiatif menarik bernama Carbon Youth Challenge, sebuah kompetisi nasional yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide-ide inovatif di bidang karbon.
Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan dari para ahli, berkolaborasi lintas disiplin, serta memenangkan hadiah menarik. Final kompetisi direncanakan akan diselenggarakan secara langsung di Bali, sebagai bentuk dukungan terhadap diplomasi iklim Indonesia.
Melalui webinar ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mendorong pengembangan pasar karbon domestik (IDXCarbon) dan sekaligus membuka peluang keterlibatan di pasar karbon internasional.
Literasi karbon bukan hanya tentang memahami angka dan skema perdagangan, tetapi juga tentang menyadari bahwa masa depan hijau Indonesia dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif, terarah, dan berkelanjutan oleh generasi muda
(Taufik Fajar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik