Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan SD Negeri Masih Kekurangan Murid pada PPDB 2024

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 11 Juli 2024 |16:59 WIB
Ratusan SD Negeri Masih Kekurangan Murid pada PPDB 2024
Ilustrasi Penerimaan PPDB 2024 (Foto: MPI)
A
A
A

MALANG - Ratusan sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Malang masih kesulitan mendapat siswa baru di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Padahal tahapan PPDB online itu sudah ditutup, hingga dilanjutkan PPDB secara offline, namun pagu penerimaan siswa belum juga terpenuhi.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengakui hal tersebut. Dodik menjelaskan, ada beberapa pagu SDN di Kota Malang yang masih belum terisi penuh, bahkan di antaranya masih kesulitan mencari siswa baru.

"Memang masih banyak pagu yang belum terisi dan sudah kami pasang data SDN mana yang masih kurang siswa di kantor Disdikbud Kota Malang," ujarnya, Kamis (11/7/2024).

Menurutnya, dari data yang masuk di pihaknya masih ada 101 SDN dari 195 SDN di Kota Malang, yang ada pagunya belum terpenuhi. Dari sekian sekolah itu, SDN Jatimulyo 4 menjadi yang paling sedikit menerima siswa baru yakni cuma satu siswa.

Padahal kata Dodik, jumlah sisa pagu di masing-masing sekolah juga beragam, mulai dari hanya menyisakan 1 pagu sampai tertinggi ada 40 kursi belum terisi. Data itu baru akan diperbarui saat tahun ajaran baru.

"Saat ini kita tunggu saja, tanggal 15 Juli saat masuk tahun ajaran baru nanti bisa dilihat pagunya mulai berkurang atau seperti apa," ucap dia.

Ia optimistis selama beberapa hari ke depan jumlah pagu yang belum terisi di SD Negeri akan berkurang. Sebab, selama PPDB offline dibuka, anak-anak dari luar Kota Malang punya kesempatan daftar.

"Di Juknis itu mengatakan, mana kala sampai akhir PPDB online itu pagu di SD masih ada, maka sekolah bisa membuka PPDB secara offline sampai pagu terpenuhi," ungkapnya.

Memang untuk masuk jenjang SD ada persyaratan KK (Kartu Keluarga) harus dari Kota Malang. Sehingga orang-orang yang mau daftar dari luar kota menunggu PPDB offline. Ketika offline dibuka, dari luar kota banyak yang daftar juga," sambungnya.

Banyaknya pagu yang tersisa di SDN ini kata Dodik, karena tidak banyak anak yang masuk zonasi sekolah. Selain itu, letak SDN yang berdekatan antara satu dengan yang lain dalam satu wilayah juga berpengaruh.

"Itu karena KB (Keluarga Berencana) berhasil sehingga orang tidak punya anak banyak. Kemudian ada banyak sekolah yang berdekatan. Sehingga mereka mencari sekolah yang menurut mereka baik," tandasnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement