JAKARTA – Dunia saat ini tengah digemparkan oleh penyebaran penyakit pneumonia mycoplasma yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir di negara Eropa dan China. Ternyata, jurnal penelitian mengungkapkan penyakit ini sudah ada di Indonesia sejak 2018.
Data surveilanse Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada 3 kasus pneumonia mycoplasma di Jakarta. Lantas, apa penyakit ini?
BACA JUGA:
Dokter Spesialis Paru Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan bahwa pneumonia merupakan peradangan akut pada paru yang disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berbahayanya penyakit ini membuatnya menjadi salah satu masalah utama di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kendati demikian, Erlina menjelaskan bahwa penyakit ini bukan penyakit baru.
"Pneumonia mycoplasma ini sudah lama kita temukan di Indonesia. Pada 2018 ada laporannya di jurnal," terang Erlina dalam Konferensi Pers "Update Pneumonia Mycoplasma di Indonesia" oleh Kementrian Kesehatan, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA:
Pada 2017, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak usia 5 tahun di Indonesia. Angka kematian akibat penyakit ini kala itu mencapai 15% dari seluruh kematian anak. Sedangkan, kasus baru saat ini berkisar antara 1,5 hingga 14 kasus per 1000 penduduk.
Gejala
Gejala penyakit umumnya muncul setelah 1-4 minggu terinfeksi. Berdasarkan kasus pneumonia yang merebak di China, gejala yang timbul berupa batuk, demam, dan fatigue.
BACA JUGA:
Pada gejala umum semenjak kasus ini ditemukan, orang yang menderita pneumonia akan merasakan batuk, sakit tenggorokan, lemas, demam, nyeri kepala, bahkan dapat ditemukan efusi pleura atau eksaserbasi PPKOK.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik