Saya Kreatif, Saya Cerdas, Saya Ceria
Setiap pergantian agenda, yel-yel sebuah keharusan untuk mereka agar tetap ceria. “Saya Kreatif, Saya Cerdas, Saya Ceria” yel-yel ini beberapa kali disebutkan dengan lantang selama kegiatan belajar untuk memberi rasa semangat pada anak-anak.
BACA JUGA:
Ada tantangan tersendiri dalam dirinya untuk dapat lebih sabar serta mendengarkan mimpi, ide, serta gagasan yang anak-anak keluarkan padanya. Ada rasa kesal dan jengkel yang harus dilawan ketika menghadapi beberapa anak yang masih belum terbiasa, walau nampaknya di kegiatan kemarin tidak ada.
Tantangan yang ada dalam mengajar anak-anak marjinal dijadikan semangat untuk dirinya. Niatnya sejak berangkat dari rumah sangat tulus untuk bergabung menjadi sukarelawan, membagikan pengalaman serta kemampuannya untuk mengajar anak-anak.
Menjadi lebih sabar dan mau mendengarkan segala bentuk perkataan yang keluar dari anak-anak. Ini adalah salah satu pengalaman yang dapat diterapkan dengan menjadi lebih perhatian dan lebih mau mendengar anak-anaknya di rumah.
Tidak ada tangisan atau ekspresi kesal dan sedih sama sekali. Semua anak-anak mengikuti kegiatan belajar sampai akhir dengan senang dan riang. Tiga jam pembelajaran yang dilakukan sama sekali tidak terasa, hingga akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing.
Senyuman yang mereka berikan selama kegiatan selaras dengan rasa bahagia dari para sukarelawan yang telah mengajar mereka. Ada kepuasan tersendiri bagi para karyawan dengan beberapa anggota komunitas IFF sebab dapat menjadi agen perubahan pendidikan di Indonesia.
(Marieska Harya Virdhani)