Share

Seni di Jalan Dakwah Sunan Bonang

Muhammad Fadli Rizal, Okezone · Senin 24 April 2023 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 04 24 624 2803186 seni-di-jalan-dakwah-sunan-bonang-HIBmAWO8JE.jpg Sunan Bonang (wikipedia)

JAKARTA - “Obat hati ada lima perkaranya. Yang pertama baca Quran dan maknanya. Yang kedua, salat malam dirikanlah. Yang ketiga berkumpullah dengan orang saleh. Yang keempat perbanyaklah berpuasa. Yang kelima zikir malam perpanjanglah”.

Penggalan lirik lagu 'Tombo Ati' tersebut cukup populer di tengah masyarakat modern. Lagu penuh nasehat itu ternyata diciptakan oleh Sunan Bonang, satu dari Walisongo. Walisongo merupakan ulama yang menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.

Sunan Bonang menciptakan lagu itu dengan menggunakan bahasa Jawa. Tombo Ati bisa diartikan sebagai Obat Hati atau Obat Kegundahan Hati.

 BACA JUGA:

Ia terinspirasi dari seorang ulama pada abad ke-3 Hijriah, Ibrahim bin Ahmad atau Abu Ishaq al-Khawwash. Ulama tersebut menjelaskan pentingnya menghayati makna Al-Quran pada saat membacanya.

Sunan Bonang memiliki nama asli Maulana Makhdum Ibrahim. Ia dilahirkan pada tahun 1465 dan wafat pada tahun 1525. Ia merupakan putra keempat dari Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila.

Menurut Jurnal Middle East and Islamic Studies, ia dipanggil Sunan Bonang karena dalam metode dakwah menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa, ia menggunakan alat musik tradisional Jawa yang dinamakan Bonang.

Sejak masa kecil, Sunan Bonang sudah mendapat pelajaran agama Islam dari ayahnya, Sunan Ampel lewat disiplin yang ketat. Ia pun mengenyam pendidikan di Makkah dan ke Pasai (Aceh).

Follow Berita Okezone di Google News

Di Pasai, Sunan Bonang belajar kepada Syekh Awwalul Islam serta para ulama besar ahli tasawuf berasal dari Baghdad, Mesir dan Iran.

Sepulang dari menuntut ilmu di Pasai, Sunan Bonang menyebarkan ajaran Islam di wilayah Jawa Timur termasuk Tuban, Pati, Pulau Madura dan Pulau Bawean

 BACA JUGA:

Sunan Bonang mengubah sekaligus menjadi kreator gamelan Jawa seperti yang masyarakat kenal sekarang, dengan menambahkan instrumen bonang. Gubahannya memiliki nuansa zikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental.

Sunan Bonang juga dalang yang piawai membius penontonnya. Kegemarannya adalah menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam. Sunan Bonang menguasai ilmu fiqih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, dan juga arsitektur.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini