"Hal ini tentu juga akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran sains yang baik," tandasnya.
TISF merupakan kompetisi penelitian sains bergengsi untuk mengidentifikasi dan memelihara ilmuwan muda berbakat serta mengembangkan keterampilan penelitian ilmiah, kemampuan inovatif, dan perspektif internasional.
Para siswa yang berpartisipasi diharapkan akan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
"Saya berharap tenaga pendidik terus meningkatkan inovasi dan kreasinya dalam pembelajaran sains," imbuh Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi.
Untuk diketahui, TISF 2023 dihadiri oleh 22 negara di dunia, yakni Taiwan, Indonesia, Singapura, Thailand, Macau, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Ukraina, Iran, Mesir, Luxemburg, Afrika Selatan, Tunisia, Turki, Italia, Brasil, Meksiko, Swiss, Republik Ceko dan USA.
(Natalia Bulan)