Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Bulan Februari dan Bagaimana Perhitungan Jumlah Harinya yang Sedikit

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Senin, 30 Januari 2023 |11:19 WIB
Sejarah Bulan Februari dan Bagaimana Perhitungan Jumlah Harinya yang Sedikit
Ilustrasi/Reuters
A
A
A

Maius (Mei) 31 hari

Junius (Juni) 29 hari

Quintilis (Juli) 31 hari

Sextilis (Agustus) 29 hari

September 29 hari

October (Oktober) 31 hari

November 29 hari

December (Desember) 29 hari

Ianuaris (Januari) 29 hari

Februarius (Februari) 29 hari

Pada zaman Kaisar Julius Caesar, ia menetapkan bahwa 1 tahun terdapat 365 atau dan 366 hari, yang setiap 4 tahun sekali disebut sebagai tahun kabisat.

Perubahan ini dilakukan karena menurut Caesar, perhitungan Numa Pampilius masih tidak tepat. Julius Caesar menetapkan bulan Februari memiliki 29 hari dan di setiap tahun kabisat menjadi 30 hari.

Masa kepemimpinan terus berganti, kemudian Julius Caesar digantikan oleh Kaisar Agustus, yang kemudian mengubah nama bulan Sextilis menjadi Augustus untuk mengabadikan namanya.

Ia juga mengubah bulan Augustus yang tadinya hanya berjumlah 30 hari menjadi 31 hari.

Augustus juga mengurangi hari di bulan Februarius untuk menambahkan hari di bulan Augustus. Jadi, Februarius hanya berjumlah 28 hari dan 29 hari di tahun kabisat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement