Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Melanda! Mahasiswa Jerman Berada di Garis Kemiskinan, Bekerja dan Pilih Drop Out

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 22 Oktober 2022 |21:59 WIB
Krisis Melanda! Mahasiswa Jerman Berada di Garis Kemiskinan, Bekerja dan Pilih Drop Out
Mahasiswa Jerman (Foto: DW)
A
A
A

SATU dari tiga siswa di Jerman hidup di bawah garis kemiskinan. Subsidi negara untuk menutupi kenaikan biaya makanan, gas dan listrik tidak cukup bagi mereka yang berjuang untuk bertahan hidup.

Bagi salah seorang mahasiswa, Melissa, memasak untuk dirinya sendiri kini menjadi sebuah kemewahan. Mahasiswa psikologi berusia 23 tahun ini lebih memilih jalan-jalan ke kafetaria di universitasnya di Bonn.

"Anda bisa makan siang di sana seharga €2 hingga €3 ($ 1,94 hingga $ 2,92)," dikutip dari Deutsche Welle (DW), Sabtu (22/10/2022).

Hidup hemat bukanlah hal baru bagi Melissa. Selama tahun-tahun studinya, anggaran belanja mingguan adalah €25. Tapi kenaikan harga sekarang membuat itu tidak mungkin. 

"Saya sudah berada di €35 hingga €40 seminggu jika saya benar-benar membeli makanan untuk dimasak di rumah."

"Kamu benar-benar melihatnya di dompetmu."

BACA JUGA:IAIN Parepare Jadi Kampus Luar Jawa Pertama yang Terbitkan Ijazah Digital 

Siswa menerima €750 sebulan dalam hibah siswa federal (BAföG) dan orangtuanya memberikan €219 yang mereka terima sebagai tunjangan anak. Tapi dari hampir €1.000 itu, sekitar €400 saja digunakan untuk sewa kamar seluas 15 meter persegi di sebuah apartemen bersama di Bonn.

"Makanan adalah hal pertama yang saya hemat," katanya.

"Saya hanya punya kentang, keju cottage, dan schnitzel vegetarian."

BACA JUGA:Pengamat Trisakti Sebut Kampus Merdeka Kembangkan Akademik Mahasiswa 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement