JAKARTA - Proses pendaftaran beasiswa biasanya diakhiri dengan wawancara setelah penilaian sebelumnya lolos dan terpilih menjadi penerima beasiswa.
Dalam wawancara beasiswa juga memiliki kesulitannya sendiri, seperti hal nya wawancara kerja.
Maka dari itu, kamu perlu mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara.
Persiapan tersebut bisa dilakukan dengan membuat spekulasi seputar pertanyaan yang mungkin diajukan ketika wawancara beasiswa tersebut berlangsung.
Berikut beberapa contoh pertanyaan saat wawancara beasiswa:
1. Ceritakan tentang diri kamu sendiri
Hampir di semua tahan interview, kamu akan menemukan pertanyaan ini sebagai pertanyaan pembuka.
Namun, kamu tetap harus memanfaatkan pertanyaan ini dengan menceritakan tentang dirimu dan menjelaskan hal-hal yang tidak kamu cantumkan dalam CV dan esai.
Usahakan kamu menceritakan keunikanmu sehingga menjadikanmu lebih menonjol.
2. Apa kekuatan dan kelemahan terbesar yang kamu miliki
Kunci penting ketika menjawab pertanyaan ini adalah kejujuran.
Usahakan kamu menjawab dengan terus terang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan yang kamu miliki, namun tidak berpotensi untuk menjatuhkan dirimu sendiri.
Sertakan pula bukti konkret berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi, bahwa dengan kelebihan yang kamu miliki telah mencapai sebuah hasil yang bagus.
Sedangkan untuk kekurangan, kamu juga bisa menyertakan bagaimana cara atau tindakan yang kamu ambil untuk mengatasinya.
3. Ceritakan pengalamanmu dalam menghadapi tantangan terbesar dalam hidup
Hampir sama seperti jawaban dari pertanyaan sebelumnya, pada pertanyaan ini kamu perlu memikirkan matang-matang mengenai tantangan apa yang pernah kamu alami sebelumnya.
Pilihlah tantangan hidup yang paling menggambarkan kelebihanmu dalam mengatasi masalah tersebut.
4. Setelah mendapat beasiswa dan lulus, apa yang akan kamu lakukan
Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui apa saja kontribusi yang nantinya akan kamu berikan kepada lingkungan sekitarmu.
Serta langkah-langkah apa yang akan kamu ambil setelah lulus, dan bagaimana cara kamu dapat membuat kontribusi tersebut.
Menjawab pertanyaan ini kamu diharuskan untuk menjelaskan dengan matang mengenai rencana kontribusimu di masa depan.
Kamu juga bisa melakukannya lebih mendetail mengenai visi dan misi yang kamu miliki.
5. Apa alasan kamu memilih universitas dan jurusan tersebut
Sebelumnya kamu harus sudah mencari tahu jurusan dan universitas seperti apa tempat kamu melamar beasiswa.
Pengetahuan itulah yang bisa kamu hubungkan dengan alasan serta rencana pencapaian dari tujuan hidupmu.
Jelaskan juga bahwa universitas tersebut dapat membantu kamu secara akademik di jurusan yang kamu pilih.
6. Mengapa kami harus memberikan beasiswa ini kepada kamu?
Jangan terburu-buru dalam menjawab pertanyaan ini.
Karena kamu tidak bisa hanya mengandalkan prestasi akademis dan organisasi yang kamu miliki saja, namun adanya kandidat lainnya dalam tahap wawancara yang tentunya juga memiliki segudang prestasi yang tak kalah hebat atau mungkin saja lebih hebat darimu.
Maka, kamu bisa memulai dengan menceritakan kehebatan dari kandidat lain, dan dilanjutkan dengan kelebihan dan keunikan dirimu serta komitmen yang kamu miliki untuk terus berkontribusi pada penyelenggara beasiswa atau universitas yang kamu tuju.
Kamu juga bisa menyebutkan pengalaman dan pencapaian non-akademis yang kamu miliki seperti wirausaha, relawan, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa contoh pertanyaan yang mungkin ditanyakan saat wawancara beasiswa. Semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan menghadapi wawancara!
(Natalia Bulan)