Share

Mahasiswa ITB Ciptakan Pembalut Organik Ramah Lingkungan

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 65 2681150 mahasiswa-itb-ciptakan-pembalut-organik-ramah-lingkungan-u4tPOOUVcg.jpeg Mahasiswa ITB ciptakan pembalut organik ramah lingkungan/Antara

Pertama, material absorbent layer berupa kapas pada pembalut konvensional diganti menjadi material plant-based, sehingga memunculkan sifat organik.

Kedua, lapisan plastik di bawah pembalut dimodifikasi menjadi material bioplastic, sehingga tidak akan mencemari lingkungan.

Selain kedua aspek tersebut, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembalut biodegradable dengan pembalut konvensional dari segi bentuk maupun kegunaannya.

Difa yang juga anggota unit Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) ini memiliki keresahan terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

Data yang ditemukannya menunjukkan bahwa 95 persen wanita Indonesia memilih menggunakan pembalut selama periode menstruasi mereka, sehingga limbah pembalut yang dibuang ke lingkungan mencapai 26 ton per hari.

Kekhawatiran dan keresahan akan hal tersebut, mengantarkannya pada ide untuk menciptakan pembalut wanita yang dapat terdegradasi secara alami dalam waktu yang relatif singkat.

β€œSatu sisi sudah berusaha mengurangi sampah dari kantong plastik, di sisi lain masih ada sampah sejenis dari sumber yang berbeda. Apalagi, untuk terurai (sampah pembalut) butuh waktu ratusan tahun, dan selama itu pula akan terus menumpuk,” ujar Difa.

Setelah melakukan serangkaian riset, Difa menemukan solusi terbaik untuk mengurangi limbah pembalut melalui penciptaan pembalut plant-based.

Dalam proses penemuan ide dan perancangannya, Difa dibantu oleh tim Research and Development (RnD) yang terdiri atas mahasiswa lintas program studi. Mereka adalah Elshanti Nabiihah Salma, Wanda Ayu Puspita Ningratri, dan Fathya Alya Nurverina.

Follow Berita Okezone di Google News

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini