BANDUNG - Penghargaan Ganesa Widya Jasa Adi Utama diberikan kepada Triharyo Soesilo atau lebih akrab dipanggil Hengki. Penghargaan diberikan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora di Indonesia.
Penghargaan itu diberikan atas rekam jejak Hengki sebagai teknokrat berprestasi untuk bangsa. Setelah lulus dari ITB, Hengki melanjutkan Kuliah S-2 di University of Arizona. Thesis S-2-nya, yaitu "Computer Software for Plant Design on Micro Computer".
"Ilmu itu saya bawa ke Indonesia saat bergabung dengan PT Rekayasa Industri (Rekind)," kata Hengki di ITB usai mendapat penghargaan, seperti dikutip dalam keterangan diterima, Jumat (3/7/2026).
Hengki bercerita, pada era 1980-an, teknologinya menjadi terobosan karena mampu menggantikan kebutuhan penggunaan komputer mainframe yang saat itu sangat mahal dalam perancangan pabrik industri. Bersama para insinyur Indonesia, Hengki turut berperan dalam pembangunan sejumlah pabrik pupuk di Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
"Keberhasilan tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi kontraktor nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan asing. Pada masa itu, hampir seluruh proyek industri besar didominasi kontraktor asing. Perlahan kami membuktikan bahwa insinyur Indonesia mampu mengerjakannya sendiri," kenang dia.
Hengki menambahkan, keberhasilannya berlanjut pada era 2000-an ketika kontraktor nasional mulai dipercaya membangun kilang minyak secara mandiri, termasuk proyek Kilang Langit Biru di Balongan yang dikenal sebagai Kilang Merah Putih, hingga proyek Recycle Offgas to Propylene Project (ROPP).