Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soekarno, Ki Hadjar Dewantara yang Pertama Kali Menjabat!

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Sabtu, 28 Mei 2022 |10:23 WIB
Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soekarno, Ki Hadjar Dewantara yang Pertama Kali Menjabat!
Ilustrasi. (Foto: Ant)
A
A
A

7. Sarmidi Mangunsarkoro

Sarmidi Mangunsarkoro diangkat sebagai Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan pada Kabinet Hatta I, Kabinet Peralihan, dan Kabinet RI Yogyakarta. Pengabdiannya kepada pendidikan Indonesia diawali saat ia diangkat menjadi guru HIS Taman Siswa Yogyakarta. Pada 1929, ia menjabat sebagai Kepala Sekolah HIS Budi Utomo Jakarta.

Satu tahun setelahnya, ia membangun Perguruan Taman Siswa di Jakarta atas restu Ki Hadjar Dewantara. Saat menjadi Menteri PP dan K, Sarmidi meresmikan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta, membangun Konservatori Karawitan di Surakarta, dan ikut serta dalam lahirnya Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ia juga berhasil memperjuangkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 Tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Seluruh Indonesia, yang kemudian disahkan menjadi Undang-undang Pendidikan Nasional Pertama.

8. Prof. Dr. Abu Hanifah

Abu Hanifah menjabat sebagai Menteri PP dan K pada Kabinet Republik Indonesia Serikat. Ia diamanahkan untuk mengubah sistem pendidikan kolonial menjadi sistem pendidikan nasional. Menurut Abu Hanifah dalam autobiografi Tales Of Revolution (hlm. 333), sebuah negara baru mesti memiliki fondasi pendidikan yang kuat untuk generasi mudanya.

Semakin baik pendidikan dasarnya, maka semakin cerah masa depan suatu negara. Langkah perdana yang ia lakukan adalah menggabungkan fakultas-fakultas yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Bandung menjadi Universitas Indonesia. Ia juga meminta para profesor Belanda untuk tetap tinggal dan memberikan pengajaran kepada para pemuda Indonesia dan tidak terlibat dalam politik.

9. Dr Bahder Djohan

Lahir pada tanggal 30 Juli 1902, Bahder Djohan merupakan anak kelima dari 10 bersaudara. Bahder Djohan adalah salah satu pimpinan Jong Sumateranen Bond. Ia menyampaikan pidato pada Kongres Pemuda I tentang kedudukan wanita. Bahder juga bagian dari panitia yang mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 September 1945. Kemudian Ia diangkat menjadi Menteri PP dan K di Kabinet Natsir pada 1950 dan di Kabinet Wilopo pada 1952.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement