JAKARTA- Berbagai tahap-tahap sosialisasi menjadi awalan untuk melakukan interaksi sosial dengan benar. Adapun, sosialisasi adalah proses dimana seorang individu belajar untuk menyesuaikan diri dengan kelompok (atau masyarakat) dan berperilaku dengan cara yang disetujui oleh kelompok (atau masyarakat).
Menurut sebagian besar ilmuwan sosial, sosialisasi pada dasarnya mewakili seluruh proses belajar sepanjang perjalanan hidup dan merupakan pengaruh sentral pada perilaku, kepercayaan, dan tindakan orang dewasa maupun anak-anak.
Tujuan adanya sosialisasi ini agar kemampuan seseorang dalam berkomunikasi secara efektif dengan dunia luar dan masyarakat. Serta, mengembangkan fungsi-fungsi organik seseorang melalui introspeksi yang tepat.
Dengan bersosialisasi, fungsi organik dalam tubuh/jiwa seseorang akan dapat terlatih dengan baik, sehingga individu tersebut dapat dengan mudah untuk berkumpul pada masyarakat.
Berikut- tahap-tahap sosialisasi yang dirangkum Okezone:
1. Tahap Persiapan
Tahap awal ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
2. Tahap Meniru
Tahap ini berlanjut semakin sempurnanya, jika seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak.
3. Tahap Siap Bertindak
Peniruan yang sudah mulai berkurang dan berganti dengan peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah.
4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif
Tahap-tahap sosialisasi bisa dianggap dewasa jika sudah melakukan penerimaan norma kolektif. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tetapi juga dengan masyarakat luas. (RIN)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik