Share

Hijaber Cantik Asal Bekasi Masuk Unpad di Usia 15 Tahun, Begini Perjuangannya

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 08 April 2022 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 65 2575293 hijaber-cantik-asal-bekasi-masuk-unpad-pada-usia-15-tahun-begini-perjuangannya-iceYPVs6I1.jpg Maziyah Sakinah/ Foto: unpad.ac.id

JAKARTA - Maziyah Sakinah, siswi SMA Islam Assyafi’iyah 02, Bekasi diterima di Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui jalur SNMPTN tahun 2022. Dia masuk di Prodi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad dalam usia yang cukup muda, yaitu 15 tahun 11 bulan.

(Baca juga: Kamila Aisya, Siswi Cantik Madrasah Jakarta Jadi Rebutan 6 Universitas Terbaik di Dunia)

Hijaber yang akrab disapa May ini mengaku hanya ia yang berhasil lolos SNMPTN di sekolahnya, SMA Islam Assyafi’iyah 02, Bekasi.

“Awalnya ragu waktu mau buka pengumuman, karena di sekolah sudah banyak yang tidak diterima,” kata May melansir laman unpad.ac.id, Jumat (8/4/2022).

Prodi Teknik Pertanian Unpad menjadi pilihan pertama May dalam SNMPTN. Dia pun mantap memilih Teknik Pertanian berdasarkan hasil riset dan penelusuran berbagai informasi seputar program studi tersebut.

Menurutnya, Prodi Teknik Pertanian memiliki prospek yang luas. Selain itu, ia pun tertarik dengan materi yang dipelajari di prodi tersebut. “Sudah riset banyak, pas lihat studinya saya sangat tertarik,” imbuhnya.

Perempuan asal Kota Bekasi, Jawa Barat ini juga memilih Unpad sebagai perguruan tinggi untuk melanjutkan studi. Pasalnya, Unpad menjadi perguruan tinggi favoritnya. Banyak teman-teman satu sekolahnya yang mendaftar ke Unpad saat SNMPTN kemarin.

“Salah satu yang saya suka, Unpad punya ciri khas baju toganya yang unik. Saya ingin memakai toga itu,” selorohnya.

Masuk SD Usia 4 Tahun Sejak kecil, May termasuk anak pintar. Karena kemampuannya yang baik, ia disekolahkan di Taman Kanak-Kanak pada usia 3 tahun. Setahun setelahnya, ia dinilai layak untuk masuk ke Sekolah Dasar.

Hal ini pun didukung penuh oleh ibunya. Praktis, ia sudah bersekolah di tingkat SD pada usia empat tahun. Kendati terbilang dini, May dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

Bahkan ia meraih peringkat satu sejak kelas 1 hingga kelas 6. Karena kemampuan akademiknya yang baik, sejak duduk di kelas 4, ia sudah ditawari gurunya untuk mengikuti akselerasi dan diperbolehkan langsung mengikuti Ujian Nasional.

Meski diperbolehkan mengikuti akselerasi, May memilih menolak dan melanjutkan sekolah sesuai tahapan. Tawaran akselerasi juga diterima ketika duduk di bangku SMP. Namun, sekali lagi, ia memilih untuk menempuh pendidikan dengan waktu normal.

Di bangku SMP hingga SMA, dia terus menduduki peringkat pertama. Selain prestasi akademik, ia juga menjuarai beberapa lomba da’iyah di tingkat Jabodetabek. Menjadi dai’yah adalah satu satu keinginan dari May. Peserta KIP Kuliah Selain lulus SNMPTN, May juga tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K).

Program ini menjadi upaya untuk mendukung May bisa berkuliah di perguruan tinggi. Diakui May, kondisi finansial keluarganya tidak bisa dibilang cukup. Namun, hal ini memotivasi dia untuk terus berprestasi agar dapat memperoleh beasiswa, termasuk ketika mendaftar ke perguruan tinggi.

“Aku berupaya jangan sampai prestasi turun, biar terus-terusan dapat beasiswa dan meringankan beban orang tua. Karena nanti kalau kuliah pasti bakal banyak pengeluaran,” terangnya.

Ia sempat ragu dan berpikir berkali-kali saat akan mendaftar SNMPTN. Namun, ibunya terus mendukung dan menguatkan langkah May untuk mendaftar. Dukungan ini yang membuat May yakin untuk mengurus pendaftaran SNMPTN.

Setelah dinyatakan diterima di Unpad, May optimistis untuk bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Tidak hanya berprestasi kepada akademik, May pun mantap untuk aktif di organisasi kemahasiswaan. “Semoga saya tidak mengecewakan dan masih bisa berprestasi,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini