Rupanya kerupuk beras rasa bawang ini banyak di sukai pelanggan, hingga permintaan terus meningkat. Saat ini dalam sehari, Nia rata-rata bisa memproduksi dua setengah kwintal kerupuk bawang.
Nia mengaku tak memiliki kendala apapun dalam usaha keripiknya. Menurut dia, kendala terbesar dalam bisnis UMKM yang digeluti hanya biaya produksi yang terkadang naik tak menentu.
"Salah satunya adalah harga tepung beras yang terus meningkat. Pada awalnya perkarung 25 kilogram Rp179 ribu namun kini meningkat hingga Rp200 ribu lebih," kata dia.
Baca juga: Cerita Pengalaman Menarik 2 Mahasiswa Penerima Beasiswa LPDP di Washington DC
(Fakhrizal Fakhri )