Share

Kementerian Investasi Dorong Pelajar dan Mahasiswa Jadi Pengusaha

Antara, · Selasa 18 Januari 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 623 2533957 kementerian-investasi-dorong-pelajar-dan-mahasiswa-jadi-pengusaha-CeCOT3v8K9.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong pelajar dan mahasiswa menjadi pengusaha atau entrepreneur dengan memberikan fasilitas kemudahan perizinan dan kemitraan.

Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Pradana Indraputra menilai bahwa anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa perlu menyadari akses informasi sudah sangat terbuka dan harus dimanfaatkan dalam memulai dan mengformalkan usaha mereka.

"Sudah rahasia umum kalau kita punya bonus demografi dan akses informasi sudah sangat terbuka. Pemerintah membuka mata ke sana, sehingga melalui akses perizinan dan kemitraan, serta anggaran pun kita buka. Jadi saatnya lah jadi pengusaha, tidak ada alasan lagi untuk teman-teman untuk tidak berani mencoba," katanya, Selasa (18/1/2022).

Menurut Pradana yang juga pengusaha muda itu, memulai bisnis di usia muda merupakan waktu terbaik, karena benar-benar bisa mengambil risiko, tanpa harus takut berlebihan.

Apalagi pemerintah memberi banyak kemudahan, mulai dari kebijakan anggaran pemerintah pusat, daerah, dan BUMN yang sekitar 30-40 persennya harus diberikan kepada UMKM, area komersil 30 persen diberikan kepada UMKM, serta target kredit rasio diberikan menjadi 30 persen.

Baca juga: Persiapan SNMPTN 2022, Cek Tingkat Keketatan Unair Bidang Saintek dan Soshum

"Saat ini kita memasuki window of opportunity, yaitu bonus demografi. Kita bisa meniru negara-negara yang telah berhasil memanfaatkan momentum baik ini, dengan menggerakkan para generasi mudanya untuk mandiri melalui wirausaha," katanya.

Baca juga: 9 Cara Kenali Minat dan Bakat Sebelum Pilih Jurusan Kuliah

Selain itu pemerintah juga fokus mendorong terciptanya pemerataan dan ekonomi yang berkelanjutan dengan terus mendukung UMKM bisa naik kelas dan bermitra dengan investor besar

"Keberpihakan BKPM terhadap pelaku usaha kecil atau UMKM, tidak hanya mengurusi perusahaan besar atau asing. Hal ini dibuktikan dengan adanya program kemitraan yang sudah berjalan dua tahun. Pada tahun 2021, total Rp2,7 triliun dari potensi kontrak, yang diberikan oleh perusahaan besar terhadap UMKM lokal di sekitarnya," imbuh Pradana.

Senada, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan Azka Aufary Ramli mendorong percepatan penciptaan wirausaha di kalangan anak muda.

"Saya sangat sepakat untuk mulai ada akselerasi dan penetrasi terhadap penciptaan wirausaha muda di kalangan pelajar dan mahasiswa, apalagi saat ini iklimnya sedang bagus. Saat ini adalah era terbaik untuk memulai sebuah bisnis dan terjun langsung sebagai pelaku wirausaha," kata Ketua Kompartemen BPD Hipmi itu.

Indonesia setidaknya harus memiliki jumlah pengusaha minimal 10 persen dari total jumlah penduduk untuk bisa menjadi negara maju.

Baca juga: Satu-Satunya di Indonesia, Jurusan Ini Hanya Ada di Universitas Airlangga

Pada tahun 2020 jumlah pengusaha di Indonesia mencapai 3,4 persen atau sekitar 8 juta dari total populasi penduduk.

Kendati angka itu sudah melampaui standar internasional, yaitu sebesar 2 persen, menurut Azka, capaian tersebut masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga. Singapura, misalnya, saat ini jumlah pelaku wirausahanya sudah mencapai angka 7 persen, sedangkan Malaysia sebanyak 5 persen dari total populasinya.

Baca juga: Malaadministrasi Ujian Skripsi Diduga Terjadi di Fakultas Hukum Unsrat

"Jika kita coba membandingkan lagi dengan negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika, jumlah pengusaha kita sangat jauh tertinggal, yang di mana jumlah mereka saat ini berada di atas 10 persen," ujar Azka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini