Share

ITB Terima 1.093 Mahasiswa Jenjang S2, S3, dan Program Profesi

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Minggu 16 Januari 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 65 2532687 itb-terima-1-093-mahasiswa-jenjang-s2-s3-dan-program-profesi-jjZilKf3jp.jpg ITB (Dok ITB)

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Penyambutan Mahasiswa Baru Program Doktor, Program Magister, dan Program Profesi Tahun Akademik 2021/2022. Untuk Semester II Tahun Akademik 2021/2022, ITB menerima 1.093 mahasiswa pada jenjang S2, S3, dan program profesi.

“Para mahasiswa secara resmi diterima melanjutkan studi di kampus Institut Teknologi Bandung, kampus teknik tertua di Indonesia tetapi selalu muda dalam inovasi dan pengembangan ilmu,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Dr Ir Jaka Sembiring melansir laman resmi ITB di itb.ac.id, Minggu (16/1/2022).

Penyambutan Mahasiswa Baru Program Doktor, Program Magister, dan Program Profesi Semester II Tahun Akademik 2021/2022 diselenggarakan secara daring melalui Youtube dan diikuti oleh 1.093 mahasiswa baru Program Pasca Sarjana dan Profesi.

Saat ini, Institut Teknologi Bandung mempunyai 52 program studi magister dan 27 program studi doktor. Mahasiswa aktif Pascasarjana kini terdapat 8.829 mahasiswa. Sementara Program Profesi berjumlah 620 orang. Selain ini, tercatat 75 mahasiswa aktif di Program Pasca Sarjana dan Profesi yang merupakan mahasiswa asing.

Baca Juga : 5 Tokoh Indonesia yang Raih Honoris Causa ITB, Siapa Saja?

Prof Jaka menekankan, latar belakang mahasiswa bukanlah halangan untuk belajar di ITB. Dia menambahkan pada semester ini, Naura Naryama Nayottama (FSRD; 20 tahun), Nathan (FTMD; 24 tahun) dan Vincent Evan Hogianto (SF; 20 tahun) adalah mahasiswa-mahasiswi termuda untuk mendaftar sebagai mahasiswa jenjang S2, S3 dan profesi masing-masing.

Dengan data penerimaan murid yang menghadirkan semua mahasiswa baru dari 31 provinsi negara, Prof. Jaka menyatakan, ITB milik bangsa Indonesia dan menerima siapapun yang berkeinginan kuat untuk menimba ilmu tanpa memandang gender, usia dan daerah asal.

“Semester depan akan menjadi semester yang khusus bagi seluruh sivitas akademika ITB karena perkuliahan akan dilakukan secara luring atau bauran setelah lebih dari satu tahun perkuliahan daring,” kata Prof. Jaka.

Dia menekankan pengalaman masa pandemi akan dimanfaatkan menjadi peluang untuk mempercepat realisasi Pendidikan 4.0 sesuai rencana strategis akademik ITB.

Untuk mempertahankan atmosfer akademik di kampus, tatanan kenormalan baru akan fokus kepada penelitian, inovasi, dan entrepreneurship. Dia berharap melalui kebijakan beasiswa ITB, para mahasiswa baru dapat bantuan keringanan biaya kuliah sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan dampak, kualitas dan reputasi ITB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini