Tim ITS Gagas Media Tanam Berbasis Hidrokoloid, Solusi Krisis Lahan Pertanian

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 03 Desember 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 65 2511256 tim-its-gagas-media-tanam-berbasis-hidrokoloid-solusi-krisis-lahan-pertanian-Y2kGuFyUE6.jpg Tim ITS gagas media tanam berbasis hidrokoloid (Foto: Neneng Zubaidah)

JAKARTA - Tim Spektronics ITS menggagas media tanam berbasis hidrokoloid sebagai usaha pertanian di perkotaan. Inovasi yang mereka lakukan merupakan reaksi dari kegelisahan atas meningkatkan populasi penduduk yang tak sebanding dengan jumlah lahan yang tersedia untuk agrikultur.

Mereka pun berhasil menyabet medali perak pada ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2021 yang digelar pekan lalu. Alifah Salsabila, salah seorang anggota tim mengungkapkan, kompetisi ini merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) secara daring dan langsung di Denpasar, Bali.

Dalam ajang ini, terdapat 23 negara yang berpartisipasi selain Indonesia. “Di antaranya adalah Korea, Jepang, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi,” tutur Alifah melalui siaran pers, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga:  Kreatif! Mahasiswa ITS Rancang Lemari Disinfektan UV-C untuk APD

Menitikberatkan riset pada permasalahan lahan pertanian yang berimbas pada ketersediaan gizi pangan yang cukup untuk masyarakat, Tim Spektronics dengan perwakilan tim bernama SP’NTECH menghadirkan Future Massive-Vertical Hydrocolloid Urban Farming (HyVi). 

Berbasis hidrokoloid, HyVi tidak perlu menggunakan pestisida maupun pupuk nonorganik dalam penggunaannya. “HyVi juga dilengkapi dengan fitur unggulan seperti irigasi otomatis tiap 12 hari sekali dengan bantuan auto-watering dan light-control sensor,” jelas mahasiswi Departemen Teknik Kimia ITS tersebut.

Dengan menggunakan media tanam HyVi, tambah Alifah, tanaman akan tumbuh lebih cepat dengan kualitas yang lebih terjaga. Produksi yang cepat menjadikannya dapat lebih menjangkau banyak lapisan masyarakat karena arus rantai distribusi yang sering.

Baca Juga:  Pandawa Lima UGM Temukan Cara Baru Skrining Kanker Usus Besar

Dengan demikian, HyVi dapat turut membantu menuntaskan masalah kekurangan gizi di Indonesia "Pun produksi tanaman yang masif dapat menyerap karbondioksida untuk mengurangi pemanasan global,” ujarnya.

Kualitas produksi sayuran dari HyVi pun diproyeksikan terjaga karena dapat mengatasi masalah patogen yang mengganggu ketika tanaman ditanam dalam tanah. Menurut Alifah, HyVi menggunakan agar poliakrilat untuk mengurangi tanaman yang rusak karena bakteri dan jamur.

"Agar poliakrilat ini dibuat dari bubuk Gracilaria sp dan Potassium polyacrylate serta ditambahkan nutrient, sehingga dipastikan kesterilannya terjaga," ujar gadis asal Gresik tersebut.

Selain itu, poliakrilat membuatnya lebih hemat air dalam proses tanam dengan hasil kualitas produksinya seragam pada satu batch yang sama. Nantinya, HyVi sendiri akan memiliki segmentasi untuk petani sayur di perkotaan dengan tipe tanaman yang berakar serabut dan tidak tumbuh terlalu tinggi. Seperti halnya selada dan mustard green.

Mengenai jenis lomba yang berbeda dari proyek riset Spektronics kebanyakan, Alifah mengatakan, lomba ini diikuti oleh tim nonteknis dari Spektronics. Bersama Silma Elvaretta Aska sebagai ketua tim, Fauzan Agra Ibrahim, dan Ulfiyah Afnian Sari, tercetuslah ide cemerlang untuk menangani masalah kekurangan lahan yang sangat genting dan fatal bagi generasi selanjutnya bila tidak segera ditangani ini.

"Dukungan ITS dan para sponsor yakni PT Air Products, Altekimits, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) serta sponsor lainnya membuat kami bisa mendapat medali perak dalam kategori agrikultur ini,” ucap Alifah penuh syukur.

Menurut Alifah, riset timnya yang digagas sejak September lalu ini mendapatkan pujian dari juri karena terbilang baru dan meyakinkan. Hal ini dikarenakan masih sangat sedikit media tanam yang berbasis hidrokoloid.

“Ke depannya belum ada rencana pasti, namun dari kolega kami ada yang tertarik untuk mengembangkan hingga tahap bisnis,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini