Pandawa Lima UGM Temukan Cara Baru Skrining Kanker Usus Besar

MNC Portal, · Selasa 26 Oktober 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 65 2491942 pandawa-lima-ugm-temukan-cara-baru-skrining-kanker-usus-besar-5azlVt2n3L.jpg Lima mahasiswa UGM/ dok UGM

JAKARTA - Saat ini, insidensi dan mortalitas akibat kanker usus besar tergolong tinggi di Indonesia. Padahal, skrining dan penanganan dini dapat menurunkan mortalitasnya. Oleh karena itu, beragam metode skrining mendeteksi kanker tersebut telah banyak dilakukan.

(Baca juga: Kreatif! Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pendeteksi Kehamilan Sapi)

Salah satunya yang dilakukan oleh 5 mahasiswa UGM yang mengembangkan metode skrining kanker usus besar (kolorektal) dengan memanfaatkan bakteri probiotik Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) termodifikasi.

Kelimanya adalah Nayaka Bagus Wahyu Agung Hertanto, Sovann Amadeus, Ofadhani Afwan, dan Yohannes Edward GP dari FK-KMK UGM, maupun Maria Indra Ardriyanto dari Fakultas Farmasi UGM. Mereka menyebut, penelitian dengan bakteri ejaan tersebut mampu digunakan untuk mendeteksi (skrining) sel kanker kolorektal.

(Baca juga: Usus Besar Bagian Penting Pencernaan, Bagaimana Cara Membersihkannya?)

Ketua tim mahasiswa Nayaka mengatakan, ide awal penelitian ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah seminar di Fakultas Biologi UGM. Seminar tersebut memaparkan bahwa organisme, misal bakteri, bisa dimodifikasi untuk mengeluarkan protein tertentu.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian lainnya menyebutkan bakteri probiotik Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) mengalami peningkatan pada pasien kanker usus besar.

“Akhirnya kami berpikir apa mungkin bakteri tersebut bisa dimodifikasi agar bisa dikembangan untuk mendeteksi kanker. Dari situlah penelitian ini mulai dilakukan,” ujar Nayaka, dilansir dari laman UGM, Selasa (26/10/2021).

Proses penelitian diakuinya dilakukan selama empat bulan, dan dimulai dari studi literatur. Dari hasil kajian tersebut tim menyimpulkan bahwa jika modifikasi bakteri diperlakukan pada kolon normal maupun kolon dengan kanker, maka akan menunjukkan peningkatan pada kolon dengan kanker kolorektal.

“Kami mengembangkan ejaan untuk mudah dideteksi dengan memodifikasi ejaan ini agar bisa mengeluarkan protein fluoresens yang dapat berpendar di bawah sinar UV. Dalam hal ini kami tidak memerlukan metode yang rumit untuk menguji ejaan. Kami hanya memerlukan lampu UV, ejaan yang telah dimodifikasi bisa berpendar saat disinari UV sehingga dapat diamati langsung pada feses,” imbuh Nayaka menjelaskan.

.

Secara umum tim mahasiswa UGM ini berharap bahwa penelitian yang dikembangkan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Ia pun berharap agar alat skrining ini untuk membantu deteksi dini kanker kolorektal.

“Saya kira ini masalah yang harus dihadapi bersama sebagai tenaga medis,” sambung Sovann Amadeus.

Seperti diketahui, penelitian dengan judul, “Potensi Pemberian Bakteri Probiotik Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) Termodifikasi sebagai Sarana Screening Kanker Kolorektal” ini telah berhasil membawa Tim Mahasiswa UGM melaju ke kompetisi PIMNAS ke-34 pada 26-30 Oktober 2021 ini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini