Program Kerjasama Georgetown Berikan Penghargaan Lulusan Wanita Pertama di Riyadh

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 24 Oktober 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 65 2490792 program-kerjasama-georgetown-berikan-penghargaan-lulusan-wanita-pertama-di-riyadh-Bsbc9vsl0W.jpeg foto: ist

RIYADH– Program kersama Georgetown University akan memberikan penghargan kepada lulusan wanita pertamanya yang telah menyelesaikan program akademik untuk pemberdayaan wanita, agar lebih memenuhi persyaratan kepemimpinan. Upacara penghormatan tersebut, akan berlangsung di kantor pusat Saudi Press Agency (SPA) di Riyadh, Senin, 25 Oktober 2021.

(Baca juga: Alat EMCO Kreasi Mahasiswa UNS Atasi Gagal Nafas untuk Pasien Covid-19)

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi, Minggu (24/10/2021), upacara yang diselenggarakan oleh Qiyadat Global dalam kemitraan dengan Sekolah Bisnis McDonough Universitas Georgetown, akan memberikan penghargaan kepada 200 lulusan dari 20 negara yang telah menyelesaikan program akademik yang ketat membahas keterampilan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan, manajemen perubahan organisasi dan organisasi serta interaksi dengan pemangku kepentingan.

(Baca juga: UNS Guyur Bonus Melimpah Mahasiswa Peraih Medali PON Papua)

Para lulusan berasal dari beragam bidang di organisasi swasta, publik dan non-profit. Bidang keuangan, menempati urutan teratas dengan 16% lulusan, disusul pendidikan (14%), kesehatan (12%), energi (10%), kimia (6%), kemudian teknologi (5%) dan media dan komunikasi (3,5%).

Adapun kualifikasi siswa saat masuk yang bergelar sarjana (42%), master (47%), (9%); dan sertifikat medis (2%).

Kemitraan antara Qiyadat Global di Arab Saudi, dan Universitas Georgetown telah terakreditasi secara mendalam dan signifikan serta sejalan dengan sejarah kedua pihak dalam pemberdayaan perempuan. Para wisudawan, mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur atas selesainya program kepemimpinan meskipun dalam kondisi ketat saat pandemi Covid-19.

Selain itu, keragaman kebangsaan di antara mahasiswa dan interaksi di antara mereka sangat dihargai karena memberi mereka kesempatan untuk meninjau pengalaman kerja yang beragam dari rekan-rekan yang berpikiran sama.

Patut disebutkan bahwa program ini merupakan kontribusi langsung dan efektif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yang diadopsi oleh para pemimpin dunia pada September 2015 dan saat ini dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hal ini merupakan 17 tujuan ambisius yang ingin dicapai masyarakat dunia pada tahun 2030. Dalam semua tujuan ini, negara-negara di seluruh dunia ingin merumuskan strategi yang menargetkan pengembangan masyarakat sambil menangani berbagai masalah sosial seperti kualitas pendidikan, cakupan universal perawatan kesehatan, penyediaan perlindungan sosial, dan penciptaan kesempatan kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini