UGM Wisuda 1.329 Lulusan Pascasarjana dan Program Doktor Secara Daring dan Luring

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 65 2489584 ugm-wisuda-1-329-lulusan-pascasarjana-dan-program-doktor-secara-daring-dan-luring-1nekxmwswa.jpeg UGM wisuda ribuan mahasiswa/ dok UGM

JAKARTA - Sebanyak 1.329 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) di wisuda pada hari ini, Kamis (21/10/2021).

(Baca juga: Daftar Universitas yang Ada di Jogja, Tidak Hanya UGM!)

Proses wisuda digelar secara daring dan luring terbatas dengan perwakilan wisudawan dari masing-masing fakultas di halaman Balairung UGM Yogyakarta.

Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, sebanyak 1.329 lulusan Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2021/2022,  terdiri dari 1.167 orang lulusan Program Magister (S2), termasuk 34 orang wisudawan dari Warga Negara Asing, 56 orang lulusan Program Spesialis, dan 106 orang lulusan Program Doktor (S3) termasuk 1 orang wisudawan dari Warga Negara Asing.

(Baca juga: Kisah 2 Wisudawan Asing ITS Lulus Berpredikat Cumlaude)

Dalam sambutannya, Rektor UGM, Panut Mulyono, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, kasus Covid-19 semakin menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kendati demikian, ia berharap hal tersebut tidak membuat lengah dan menurunkan kewaspadaan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam segala aktivitas yang dilakukan.

“Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri dan sejumlah daerah lain di Indonesia, level PPKM sudah diturunkan ke level 2. Hal ini tentunya memberi angin segar bagi pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah bersiap untuk membawa Indonesia ke dalam transisi dari pandemi kepada endemi pada tahun 2022 mendatang. Peralihan ini tidak serta merta dapat mengembalikan perekonomian Indonesia seperti pada masa sebelum pandemi. Namun, seiring dengan perbaikan kondisi pandemi, harapan pemulihan ekonomi pun meningkat.

Data e-Conomy SEA 2020 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa ekonomi digital di Indonesia pada 2020 tumbuh sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan 2019, meski di tengah pandemi COVID-19. Transaksi ekonomi digital tercatat mencapai Rp632 triliun pada 2020, dan berpeluang tumbuh sampai 8 kali lipat pada 2030.

Kondisi tersebut membuka kesempatan yang luas bagi generasi muda Indonesia untuk memberi kontribusi dan menunjukkan kiprahnya sesuai bidang yang ditekuni.

Terlebih mendekati Hari Sumpah Pemuda yang akan diperingati sebentar lagi menjadi pengingat akan panggilan bagi kaum terpelajar Indonesia untuk bersatu padu dalam semangat perjuangan, mengambil inisiatif dan menunjukkan kepedulian akan persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini.

“Generasi muda Indonesia dipanggil untuk mengerahkan segenap tenaga dan upaya, menggunakan seluruh kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki, serta mengembangkan pemikiran-pemikiran kritis untuk memperjuangkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini