Berburu Beasiswa ke Luar Negeri Jadi Pilihan Mahasiswa Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 25 September 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 65 2476683 berburu-beasiswa-ke-luar-negeri-jadi-pilihan-mahasiswa-indonesia-pCmoFr4Dlw.jpg ilustrasi: shutterstock

MELANJUTKAN pendidikan ke kampus-kampus di luar negeri nyatanya masih menjadi impian banyak mahasiswa Indonesia. Dalam hasil jajak pendapat Litbang MNC Portal Indonesia (MPI) pada 18 – 21 September 2021 lalu, ada sebanyak 80 % responden mahasiswa mengakui hal tersebut.

(Baca juga: Kesaksian Mencengangkan Pak RT Usai Yosef Berniat Pergi Setelah Temukan Jasad Tuti dan Amalia)

Antusiasme mahasiswa Indonesia juga ditunjukkan melalui data PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Data yang ada menyatakan bahwa saat ini tercatat terdapat sekitar 21 ribu mahasiswa Indonesia yang berkuliah di berbagai negara diantaranya di Taiwan, Thailand, Jepang, Jerman dan Malaysia.

ist

Lantas, faktor apa yang melatarbelakangi minat masyarakat tersebut? Pengalaman baru nyatanya menjadi alasan terbesar para mahasiswa melirik kampus-kampus di luar negeri Sebanyak 76% responden menyatakan bahwa belajar di negeri orang bisa membuka cakrawala baru karena situasi yang akan dihadapi akan sangat berbeda. Alasan lainnya dikemukakan oleh20 % lainnya. Responden pada kelompok ini menyatakan bahwa berkuliah ke negara lain bisa menambah semangat belajar.

(Baca juga: Pertunjukan Ludruk di Rumah Kader PKI yang Menyulut Amarah Banser)

“Dengan berkuliah ke luar negeri, saya bisa membiasakan hidup mandiri karena jauh dari orangtua. Menambah pengalaman juga dan semangat belajar tentunya,” ujar Ayu, mahasiswi di sebuah universitas di Cirebon.

Daya tarik universitas luar negeri juga terletak pada beragamnya jurusan yang ditawarkan. Sementara, jurusan tersebut tidak ada di Indonesia. Salah satu jurusan yang unik adalah Horologi, sebuah ilmu yang mempelajari tentang waktu. Jurusan kuliah ini hanya tersedia di Inggris, tepatnya di Universitas Birmingham.

Melansir laman resmi Universitas Birmingham, jurusan ini mengajarkan mahasiswa mengenai waktu dan seni pengukuran waktu. Selain itu, mahasiswa juga akan dilatih bagaimana merestorasi jam dan mengembangkan desain jam tangan agar lebih apik.

Lulusan dari jurusan ini sangat dibutuhkan oleh pabrik jam tangan terkemuka di dunia.“Saya sudah lumayan lama mendengar tentang Horologi. Cukup tertarik sih untuk belajar itu karena unik. Tapi memang hanya ada di Inggris ya, sementara di Indonesia tidak ada,” kata Rahman, mahasiswa asal Jakarta.

Melirik Negara Matahari Terbit

Mahasiswa Indonesia juga sudah memiliki preferensi khusus terkait negara destinasi. Dengan sejumlah pertimbangan,mayoritas responden memilih Jepang sebagai tujuan untuk menempuh pendidikan. Ada sekitar 18 % responden yang menjadikan negara matahari terbit ini sebagai sasaran.

Teknologi yang canggih serta kecintaan pada budaya Jepang, menjadi beberapa alasan yang melatarbelakangi pilihan. Seperti yang dialami Sarah, mahasiswi magister asal Purwokerto, Jawa Tengah. Sarah mengaku ia sangat menginginkan untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang karena sudah jatuh cinta dengan budaya negeri sakura itu.

“Mungkin awalnya karena dulu saya sempat belajar bahasa Jepang saat SMA. Jadi suka budayanya dan sangat ingin kuliah di sana. Selain itu, Jepang juga sangat maju dalam perkembangan teknologi,” ujar dia.

Selain Jepang, sebagian responden juga memilih Australia dan Amerika Serikat sebagai destinasi belajar. “Saya pilih Australia. Negara itu dikenal sebagai rumah bagi para mahasiswa Indonesia. Selepaskuliah S1 ini, saya mau coba apply beasiswa ke negara tersebut, tepatnya di Adelaide.

Adelaide menurut saya adalah kota yang paling nyaman sebagai lokasi belajar,” kata seorang mahasiswi di Depok, Demita.

Meskipun beasiswa ke kampus luar negeri sangat ramai peminat, bukan berarti beasiswa untuk berkuliah di kampus dalam negeri nihil peminat. Hasil survei tim Litbang MPI menyebut, ada 20 % mahasiswa yang memilih mencari beasiswa untuk berkuliah di Indonesia.

Keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga menjadi salah satu alasan.Terlebih diakui bahwa kualitas pendidikan dalam negeri nyatanya juga tak kalah dengan pendidikan di luar negeri.

“Bagi saya, kualitas kampus di sini juga tak kalah dengan kampus-kampus mancanegara. Selain itu, kalau kuliah di Indonesia kan bisa lebih mudah bertemu keluarga. Sehingga, belajarnya bisa jadi lebih semangat,” tutur Hana, mahasiswi sebuah universitas negeri di Bandung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini