Menyandang Tuna Netra, Mahasiswa UGM Ini Dirikan 6 Pondok Tahfis di Kampung Halaman

Agung Sulistyo, iNews · Kamis 16 September 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 65 2472257 menyandang-tuna-netra-mahasiswa-ugm-ini-dirikan-6-pondok-tahfis-di-kampung-halaman-VXRUDLahel.png Imam, mahasiswa UGM sekaligus pendiri Pesantren Tahfis Alquran (foto: tangkapan layar)

YOGYAKARTA - Keterbatasan tidak menghalangi untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti penyandang tuna netra di Kabupaten Lima Puluh Kota, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mendirikan enam pondok tahfis di kampung halamannya di sela-sela menjalani kuliah secara daring.

Akhlaqul Imam, remaja penyandang tuna netra warga Halaban, rumahnya tidak pernah sepi dari kunjungan anak-anak yang ingin belajar tahfis di rumahnya. Selain di rumah, imam juga berkeliling mengajarkan tahfis dari masjid atau mushola-mushola.

Baca juga: Mengharukan di Balik Dosen yang Selalu Mematikan Kamera saat Mengajar, Ternyata...

Aktifitas ini sudah ia jalani semenjak tahun 2019 hingga sekarang, dengan kemampuannya menghafal Alquran, sudah enam pondok tahfis yang ia dirikan di beberapa tempat. Kemampuannya menghafal Alquran sudah di asah semenjak usia sekolah, baik dari lingkungan keluarga maupun di pondok tahfis.

“Ide awal membuat pondok tahfis ini berawal dari belum banyaknya pondok-pondok tahfis, dan banyak anak-anak yang berminat untuk belajar tahfis,” kata Imam, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Nanospray Penyembuh Luka dari Daun Pandan Wangi dan Cengkih

Di tahun 2018, mulailah berdiri pondok tahfis Alquran Istiqamah dengan jumlah santri lebih kurang 30 orang. Kemudian melihat banyaknya peminat, mahasiswa ilmu komunikasi UGM ini berlanjut mendirikan pondok-pondok tahfis di beberapa tempat.

Anak dari pasangan Yasril dan Erlis Idris ini mengungkapkan, kelima pondok tahfidz tersebut berkegiatan di masjid. selain di lima masjid tersebut, ia juga melaksanakan aktivitasnya untuk mengajar tahfidz di kediamannya.

Aktivitasnya di pondok tahfidz masih berjalan seperti biasa meskipun juga sedang menjalani perkuliahan di UGM, sebab saat ini perkuliahan masih dilaksanakan secara daring.

Ke depannya, Imam memimpikan untuk dapat terus mengembangkan dan menjalankan pondok tahfidz didirikannya itu, selain itu ia juga ingin mendirikan pesantren.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini