Mahasiswa UGM Teliti Nanospray Penyembuh Luka dari Daun Pandan Wangi dan Cengkih

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 10 September 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 65 2469498 mahasiswa-ugm-teliti-nanospray-penyembuh-luka-dari-daun-pandan-wangi-dan-cengkih-72WKgdBlOR.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti potensi kombinasi daun pandan wangi dan cengkih sebagai nanospray penyembuh luka akut.

Penelitian ini dilakukan oleh Aufa Lufhf Ambar Verisandri bersama dengan teman satu fakultasnya di Kedokteran Gigi yakni Aufa Lufhf Ambar Verisandri, Bondan Setyoko, Galih Patria, Ni Luh Wayan Putri Dewi Angelina dan Alma Rizki Fadila dari Fakultas Farmasi.

Mereka melakukan penelitian terhadap nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan bunga cengkih sebagai antiinflamasi, antiseptik, dan anestetik topikal terhadap penyembuhan luka akut kulit.

Aufa menuturkan perawatan dan mencegah luka akut penting dilakukan agar tidak berubah menjadi luka kronis. Adapun contoh luka akut antara lain adalah luka trauma, luka jahit, dan luka lecet.

Baca juga: Anak UGM Beruntung, Pintar, dan Kaya? Ini Jawaban Danang Giri Sadewa!

Pada saat terbentuk luka, terjadinya komplikasi dapat dipicu oleh adanya bakteri yang masuk sehingga menyebabkan infeksi. Maka dari itu penanganan harus segera dilakukan secara efektif untuk menghindari terjadinya infeksi berkelanjutan.

Ia mengatakan penanganan luka umumnya menggunakan plester. Namun, plester komersial yang beredar saat ini sebagian besar tidak mengandung bahan aktif sehingga kurang efektif dalam penyembuhan luka.

Baca juga: Mahasiswa UGM Buat Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan

Penggunaan plester sebagai penutup luka juga dapat mengganggu estetika kulit apabila digunakan dalam waktu yang cukup lama.

“Untuk mendapat obat penyembuh luka akut yang efektif dan dapat digunakan dengan nyaman kami berupaya membuat nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan bunga Cengkih sebagai antiinflamasi, antiseptik, dan anestetik topikal terhadap penyembuhan luka akut kulit,” paparnya dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Jumat (10/9/2021).

Aufa mengatakan dalam penelitian ini juga menggunakan kitosan cangkang kepiting pada nanospray kombinasi. Bahan ini bersifat mudah menyerap dan dapat membentuk membran film yang dapat berperan sebagai zat pembawa bahan aktif obat.

Untuk pembuatan nanospray dilakukan dengan ekstraksi daun pandan wangi dan bunga cengkih. Selanjutnya, kedua ekstrak tersebut digabungkan dan ditambah bahan lainnya untuk membuat sediaan emulsi terlebih dahulu. Sediaan emulsi ini kemudian diproses hingga homogen dan menghasilkan partikel berukuran nano. Nanomulsi yang sudah terbentuk kemudian dimasukan ke botol spray sehingga menjadi nanospray.

Baca juga: Wujudkan Kampus Merdeka, UGM Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Jerman

Sementara Bondan menambahkan dalam penelitian yang dilakukan mereka melakukan sejumlah uji terhadap sediaan nanospray. Beberapa uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji berat jenis, uji ukuran nanopartikel, uji pH, uji kekentalan, uji kestabilan, molecular docking, dan uji kadar hambat minimum bakteri.

Hasil pengukuran dengan menggunakan Particle Size Analyzer menunjukkan rata-rata ukuran diameter nanopartikel yang telah berhasil disintesis yaitu 66,36 nm. Hal ini telah memenuhi syarat ukuran sediaan nanoemulsi yaitu dalam rentang 10-1000 nm.

Baca juga: Mengenal Sinoma, Inovasi Mahasiswa UGM Deteksi Dini Kanker Mulut

“Ukuran partikel nano yang kecil digunakan untuk meningkatkan absorpsi zat aktif sediaan pada sel target sehingga harapannya zat aktif tersebut akan lebih mudah terserap ke dalam tubuh khususnya bagian luka dan mempercepat aksi penyembuhannya,” urainya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan nanospray memiliki rata-rata pH sebesar 4,33. Nilai pH tersebut sudah sesuai dengan pH kulit dan tidak akan menimbulkan bahaya dalam pemakaiannya. Selain itu, untuk uji kualitas lainnya seperti tingkat kekentalan dan bobot jenis, nanospray yang terbentuk telah teruji berkualitas baik.

Lalu, dari uji stabilitas sediaan menunjukkan bahwa sediaan nanospray tetap stabil bentuknya baik dalam suhu rendah maupun suhu tinggi. Berikutnya, dari segi kualitas maupun kualitas, hasil dari uji pada sediaan ini menunjukkan bahwa nanospray kombinasi ini sudah memiliki kualitas yang baik, mudah digunakan, dan tidak gampang rusak.

Selanjutnya, dari uji kadar hambat minimum bakteri menunjukkan zona hambat yang ditimbulkan oleh nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan ekstrak bunga cengkih lebih besar dibandingkan obat merah luka secara signifikan. Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa nanospray ekstrak daun Pandan Wangi dan bunga Cengkih memiliki efek antiseptik lebih baik dari obat merah luka.

Baca juga: Mahasiswa UGM Buat Tempat Sampah Penghancur Masker Medis Berbasis Mikroba

Efek antiinflamasi dan anestesi dilakukan secara in silico molecular docking untuk melihat kekuatan ikatan antara bahan aktif dan reseptor manusia yang berkaitan dengan efek antiinflamasi dan anestesi. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa nanospray memiliki ikatan yang lebih kuat dibandingkan bahan aktif obat merah pada reseptor manusia.

"Ini membuktikan bahwa nanospray kombinasi ini mempunyai efek antiinflamasi dan anestesi yang lebih baik daripada obat merah luka," imbuh Alma.

Baca juga: Mahasiswa UGM Olah Kulit Salak Jadi Permen Antidiabetes

Alma menyampaikan penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan nilai guna daun pandan wangi dan bunga cengkih. Selain itu, juga menjadi alternatif obat herbal dalam penyembuhan luka.

“Penelitian masih berupa penelitian dasar dan harapannya bisa dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia,” jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini