Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UGM Buat Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |10:57 WIB
Mahasiswa UGM Buat Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan
Inovasi mahasiswa UGM (Foto: Tangkapan layar laman UGM)
A
A
A

JAKARTA - Jumlah kasus glaukoma dan kekurangan dokter mata di Indonesia mendorong empat mahasiswa UGM yang terdiri dari Athar Rosyad Partadireja (Teknik Biomedis, 2020), Ajie Kurniawan Saputra (Teknik Elektro, 2018), Muhammad Nur Fahmi (Kedokteran, 2018), dan Synvi Alfajrine Loeba Bistomy (Teknik Biomedis, 2019), tergerak untuk mengembangkan alat yang dapat memudahkan tenaga kesehatan untuk mengumpulkan data glaukoma dengan lebih mudah dan cepat.

Di bawah bimbingan Dr. Indah Soesanti alat tersebut diberi nama Aksakirana, yang berasal dari kata aksa : mata dan kirana : cahaya, sebagai alat diagnosis glaukoma berbasis kecerdasan buatan.

Menurut Athar, Aksakirana terdiri dari empat komponen utama, yakni perangkat keras berupa handheld, aplikasi seluler dan web Aksakirana, serta pembelajaran mesin. Handheld Aksakirana merupakan aksesoris kamera ponsel yang berbentuk seperti teropong genggam yang dilengkapi oleh lensa indirect ophthalmoscopy sebesar 20D.

(Baca juga: 104 Pelajar Dapat Beasiswa Kuliah Gratis di ITB)

Sementara itu, aplikasi seluler Aksakirana berfungsi sebagai media pengunggahan foto ke server guna belajar mesin Aksakirana sehingga diperoleh hasil diagnosis serta tingkat keparahannya. Adapun aplikasi web Aksakirana sendiri memiliki fungsi serupa dengan aplikasi selulernya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement